Lifefstyle

Narasumber Penghasilan Muhammad Fardhana, Pantas Berani Melamar Ayu Ting Ting

Gragehotels.co.id – Semenjak dikabarkan menyelenggarakan pertunangan, Ayu Ting Ting serta Lettu Inf Fardhana banyak menjadi perbincangan hangat.

Setelah 10 tahun menjanda, Ayu Ting Ting diyakini segera naik pelaminan. Sosok pria yang digunakan meminang Ayu Ting Ting mempunyai profesi mentereng yakni manusia perwira TNI.

Kisah asmara keduanya sempat tak tersorot sebelum beredar foto-foto hari bahagia yang mana diklaim menjadi acara pertunangan Ayu Ting Ting serta Muhammad Fardhana.

Di sisi lain, tak sedikit yang tersebut menyoroti sumber penghasilan calon suami Ayu Ting Ting yang digunakan dianggap berbeda sangat jauh dengan sang pelantun lagu Sambalado.

Selama ini, Ayu Ting Ting dikenal sebagai penyanyi papan melawan dengan bayaran fantatis bahkan disebut mencapai banyak jt untuk setiap kali manggung. Belum lagi, dengan profesinya sebagai host serta pengisi acara komedi yang digunakan juga mendapat bayaran menggiurkan.

Ayu Ting Ting dan juga calon suami, Muhammad Fardana. (TikTok/attfans92)
Ayu Ting Ting dan juga calon suami, Muhammad Fardana. (TikTok/attfans92)

Lantas dari mana sumber penghasilan Muhammad Fardhana hingga berani melamar Ayu Ting Ting? Berikut ulasannya.

Sebagai anggota TNI, penghasilan Lettu Inf Muhammad Fardhana berasal dari profesinya. Saat ini, ia bertugas dalam Batalyon Infanteri Raider 509/Balawara Yudha di dalam bawah komando Brigif 9/2/Daraka Yudha yang bermarkas di tempat Jember, Jawa Timur.

Berdasarkan Peraturan eksekutif (PP) Nomor 6 Tahun 2024 tentang Perubahan Ketiga Belas Atas Peraturan otoritas Nomor 28 Tahun 2001 tentang Peraturan Gaji Anggota Tentara Nasional Indonesia, anggota TNI berpangkat Lettu masuk Golongan 3 atau Perwira TNI. TNI berpangkat ini, seperti Muhammad Fardhana mendapatkan pendapatan pokok sebesar Rp3.046.600 hingga Rp5.006.500

Muhammad Fardhana, tunangan Ayu Ting Ting (Instagram)
Muhammad Fardhana, tunangan Ayu Ting Ting (Instagram)

Anggota TNI juga mendapatkan berbagai macam tunjangan, pada luar pendapatan pokok yang digunakan bersifat tetap. Jenis tunjangan yang digunakan didapat diatur pada Peraturan Menteri Perlindungan Nomor 33 Tahun 2017 tentang Penghasilan Prajurit TNI di area Lingkungan Kementerian Keamanan lalu TNI.

Selain upah pokok, setidaknya ada 12 tunjangan yang dimaksud didapat oleh anggota TNI. Berikut rinciannya.

1. Tunjangan suami/istri, nominalnya 10 persen dari penghasilan pokok.

2. Tunjangan TNI untuk anak sebesar 2 persen dari pendapatan pokok, bisa jadi diberikan prajurit yang dimaksud miliki anak kandung, anak tiri atau anak angkat maksimal berusia 21 tahun atau 25 tahun apabila masih berkuliah dengan surat keterangan.

3. Tunjangan pangan sebesar 18kh beras untuk prajurit TNI dan juga 10 kg untuk anggota keluarga.

4. Uang lauk pauk sebesar Rp60.000 per hari diberikan terhadap prajurit TNI, tidaklah termasuk anggota keluarga.

5. Tunjangan umum diberikan terhadap prajurit TNI yang tidaklah mendapatkan tunjangan jabatan struktural, fungsional atau tunjangan jabatan. Nominalnya Rp75.000 per bulan.

6. Tunjangan TNI untuk tugas di dalam Papua juga Papua Barat, setiap bulan tentara yang mana bertugas di tempat dua wilayah ini mendapat tunjangan.

7. Tunjangan Jabatan Struktural TNI, hanya sekali diberikan terhadap anggota TNI yang tersebut menempati jabatan struktural tertentu. Nominalnya berbeda-beda tergantung jabatan yang mana diampu berkisar Rp360 ribu hingga Rp5,5 jt per bulan, kecuali Kepala Staf TNI mencapai Rp9 juta.

8. Tunjangan TNI Jabatan Berfungsi diberikan untuk prajurit TNI yang mana menempati jabatan fungsional tertentu.

9. Tunjangan TNI dalam Daerah Terpencil, kisarannya 50 hingga 100 persen dari pendapatan pokok sesuai dengan wilayah pengabdian.

10. Tunjangan Performa (Tukin). Setidaknya ada 17 kelas kemudian 3 jabatan khusus nominal tukin yang digunakan diatur sesuai Peraturan Presiden 102/2018. Kisarannya Rp1.968.000 hingga Rp37.810.500 per bulan.

11. Tunjangan Bintara Pemimpin Desa (Babinsa), sebesar Rp900 ribu per bulan.

12. Tunjangan Kemahalan Papua, cair setiap bulan dengan besaran antara Rp200.000 sampai Rp1.785.000 seusai pangkat.

Itulah sumber penghasilan yang dimaksud dapat diperoleh oleh Muhammad Fardhana.

Related Articles

Back to top button