Lifefstyle

Segini Harta Kepala Daerah Sidoarjo, Hadir Deklarasi Dukung Prabowo-Gibran Usai Digeledah KPK

Gragehotels.co.id – Kepala Daerah Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali berada dalam menjadi topik hangat. Tepatnya usai menghilang pada waktu KPK menggeledah rumah dinasnya pada Rabu (31/1/2024). Pria yang dimaksud juga akrab disapa Gus Muhdlor ini terseret perkara dugaan gratifikasi.

Namun, keesokannya, Gus Muhdlor malah muncul pada acara selawatan sekaligus pengumuman Prabowo-Gibran. Sikapnya itu lantas membuatnya disorot, termasuk perihal kekayaannya pasca diduga terlibat persoalan hukum gratifikasi.

Harta Kekayaan Pimpinan Daerah Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali

Melansir laman Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), kekayaan Ahmad Muhdlor per 6 Maret 2023 tercatat mencapai Rp4.775.589.664 atau Rp4,77 miliar. Aset paling besar itu sebagai tanah juga bangunan senilai Simbol Rupiah 1,73 miliar.

Rinciannya, ada tanah seluas 247 m2/200 m2 di tempat Sidoarjo senilai Mata Uang Rupiah 1,02 miliar. Lalu, masih pada wilayah yang dimaksud sama, Gus Muhdlor miliki tanah dengan luas 1193 m2 senilai Simbol Rupiah 715 juta. Seluruh aset milik Ahmad Muhdlor ini merupakan hasil sendiri.

Selain itu, ia juga mempunyai alat transportasi kemudian mesin senilai Rupiah 183,5 juta. Aset yang juga berstatus hasil sendiri ini meliputi mobil Honda Jazz Tahun 2011 seharga Mata Uang Rupiah 175 jt lalu motor Honda Beat Tahun 2014 Rupiah 8,5 juta.

Beralih ke harta bergerak lainnya senilai Rupiah 3,68 miliar yang tersebut menjadi aset terbesar Ahmad Muhdlor. Lalu, ia juga tercatat mempunyai surat berharga sebesar Rp900 ribu dan juga kas dan juga setara kas sebanyak Rupiah 1,64 miliar.

Terakhir, ia turut mempunyai utang pada jumlah agregat yang mana sangat besar, yakni Rupiah 3,37 miliar. Dengan begitu, harta kekayaan terkini Ahmad Muhdlor Ali sebagai Pimpinan Daerah Sidoarjo mencapai Simbol Rupiah 4,77 miliar.

Diduga Terima Gratifikasi Miliaran Rupiah 

Ahmad Muhdlor Ali menghilang pada waktu KPK menggeledah rumah dinasnya pada Rabu (31/1/2024). Kala itu, hanya saja ada beberapa orang penyidik, personel kepolisian, hingga petugas Satpol PP yang terlihat berjaga di area lokasi tersebut.

Bupati Sidoarjo itu sama-sama Kepala BPPD diduga menerima gratifikasi dari Kasubag Umum juga Kepegawaian BPPD Sidoarjo, Siska Wati. Di mana Siska adalah terdakwa pemotongan insentif ASN dengan total uang Mata Uang Rupiah 2,7 miliar. 

Kasus itu berawal dari operasi tangkap tangan (OTT) yang tersebut dijalankan KPK dalam Sidoarjo, pada Kamis (25/11/2023). Ada sebanyak 11 orang yang dimaksud ditangkap hingga menetapkan Siska Wati salah satu Kasubag BPPD sebagai tersangka.

Siska diduga memotong insentif untuk ASN BPPD menghadapi target pajak BPPD senilai Mata Uang Rupiah 1,3 triliun pada 2023. Adapun besarannya sekitar 10%-30% yang digunakan diduga untuk memenuhi keinginan Kepala BPPD serta Kepala Daerah Sidoarjo.

Muncul pada Acara Deklarasi Prabowo-Gibran

Gus Muhdlor hadir di acara selawatan sekaligus pengumuman dukungan terhadap Prabowo-Gibran pada Kamis (1/2/2024). Hal ini mengejutkan umum oleh sebab itu satu hari sebelumnya, ia tak ada ketika rumah dinasnya digeledah KPK.

Dalam acara yang diselenggarakan dalam Kompleks Pesantren Bumi Shalawat, Sidoarjo, Gus Muhdlor menyapa seluruh masyarakat. Ia berpidato bahwa pasangan calon yang tersebut layak melanjutkan konstruksi di tempat Indonesia adalah Prabowo-Gibran.

Setelah itu, Gus Muhdlor juga menghadirkan rakyat yang digunakan hadir untuk mendeklarasikan dukungan terhadap Prabowo-Gibran. Adapun acara bertajuk ‘Nderek Kiai’ yang disebutkan turut dihadiri para santri hingga sore hari.

Kontributor : Xandra Junia Indriasti

(Sumber: Suara.com)

Related Articles

Back to top button