Nasional

Praperadilan Crazy Rich Budi Said Ditolak, Pakar: Kejagung Sudah Penuhi 2 Alat Bukti

Gragehotels.co.id – JAKARTA – Penetapan terdakwa terhadap Crazy Rich Surabaya Budi Said (BS) oleh Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung (Jampidsus Kejagung) dinilai sah. Sebab, kemarin Majelis Hakim Pengadilan Negeri Ibukota Indonesia Selatan menolak praperadilan terkait penetapan Budi Said sebagai dituduh tindakan hukum dugaan korupsi di operasi juga pembelian tujuh ton emas PT Aneka Tambang (Antam).

“Kalau ditolak berarti penetapan terdakwa sah,” kata Pakar hukum kriminal Universitas Airlangga (Unair) Toetik Rahayuningsih, Selasa (19/3/2024).

Dia menilai Kejagung dapat melanjutkan pemeriksaan terhadap Budi Said dengan putusan pengadilan tersebut. Putusan hakim itu dianggap membuktikan bahwa Kejagung sudah pernah memenuhi unsur dua alat bukti untuk menetapkan Budi Said sebagai tersangka.

“Betul begitu (penetapan terperiksa telah terjadi memenuhi unsur dua alat bukti. Perkara akan dilanjutkan pemeriksaannya,” tutur Toetik.

Diberitakan sebelumnya, majelis hakim menolak praperadilan tindakan hukum yang dimaksud melibatkan Crazy Rich Surabaya, Budi Said alias BS yang didakwa merugikan PT Aneka Tambang (Antam) juga negara berhadapan dengan dugaan korupsi jualan emas juga logam mulia. Adapun putusan Perkara Pra Peradilan teregister Nomor 27/Pid.Pra/2024/PN Jkt.Sel itu dibacakan oleh Hakim Praperadilan Lusiana Amping di area Pengadilan Negeri (PN) Ibukota Selatan, pada Mulai Pekan (18/3/2024).

“Pokok perkara menyatakan praperadilan pemohon tidak ada dapat diterima lalu dibebankan terhadap pemohon biaya perkara sebesar nihil,” ujar Lusiana pada waktu membacakan putusan.

Sementara itu, Kuasa Hukum BS, Indra Sihombing menekankan bahwa praperadilan yang digunakan diajukan tiada dapat diterima. Ke depan regu kuasa hukum akan menempuh jalur dengan mengawasi pokok perkara untuk melakukan pembelaan.

“Tidak dapat diterima lantaran tidak kehilangan tapi tak objek yang dibahas itu saja,” ucap Indra usai persidangan.

“Kami akan menempuh jalur nanti tergantung jaksa kalau cepat ke pokok perkara kita akan melakukan pembelaan di area sana,” sambungnya.

Related Articles

Back to top button