Teknologi

Penyelidikan Selesai, KPPU Naikkan Status Dugaan Kasus Monopoli Google di area Indonesia

Gragehotels.co.id – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) telah lama menyelesaikan penyelidikan perihal dugaan monopoli Google di dalam Indonesia. Kasus ini akan dinaikkan ke tahap selanjutnya.

Ketua KPPU M Fanshurullah Asa mengungkapkan kalau pihaknya sudah pernah menyelesaikan penyelidikan terhadap perusahaan teknologi dengan syarat Amerika Serikat tersebut. Ia menduga kalau Google melakukan monopoli dalam bursa digital Indonesia lewat sistem pembayaran bernama Google Pay.

“KPPU telah terjadi menyelesaikan penyelidikan terhadap perusahaan digital raksasa, Google, yang mana diindikasikan sudah menggunakan tempat dominannya untuk menekan lingkungan ekonomi melalui penerapan Google Pay Billing,” katanya, dikutipkan dari siaran pers KPPU di dalam situs resminya, Selasa (6/2/2024).

Selain Google, KPPU juga telah terjadi menuntaskan penyelidikan berhadapan dengan salah satu pelaku lokapasar (e-commerce) besar di tempat Indonesia. Dua tindakan hukum ini segera ditetapkan kelayakannya untuk masuk ke tahapan pemeriksaan oleh Sidang Majelis Komisi.

“Kedua perkara yang disebutkan diharapkan menjadi peringatan serius bagi pelaku bisnis di area lingkungan ekonomi digital agar tambahan memperhatikan rambu-rambu persaingan bidang usaha serta segera memperbaiki perilakunya agar pangsa digital Indonesia mampu berkembang lalu tumbuh secara sehat,” timpal pria yang dimaksud akrab disapa Ifan tersebut.

Diketahui dua tindakan hukum ini merupakan acara KPPU di mengawasi lingkungan ekonomi digital Indonesia.

“Di pangsa digital, KPPU memfokuskan pengawasannya pada dugaan perilaku pelaku usaha atau perusahaan teknologi besar maupun lokapasar (marketplace), khususnya secara inisiatif berhadapan dengan kasus-kasus besar yang digunakan diputus oleh otoritas persaingan usaha di tempat internasional,” imbuhnya.

“Dalam hal ini, KPPU akan mendalami putusan-putusan yang disebutkan untuk menentukan apakah perbuatan sejenis juga dilaksanakan atau terjadi di dalam Indonesia,” tegas Ifan.

Sejak 15 September 2022, KPPU telah mengumumkan mulai menyelidiki Google berhadapan dengan dugaan monopoli juga persaingan bisnis tiada sehat.

“KPPU menduga Google telah lama melakukan penyalahgunaan tempat dominan, pemasaran bersyarat, juga praktik diskriminasi pada distribusi perangkat lunak secara digital dalam Indonesia,” terang KPPU pada siaran pers kala itu.

Google diduga melanggar UU Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli Dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. Keputusan penyelidikan ini dihasilkan pada Rapat Komisi tanggal 14 September 2022 pada menindaklanjuti hasil penelitian inisiatif yang mana diadakan Sekretariat KPPU.

KPPU sudah melakukan penelitian inisiatif yang dimaksud berkaitan dengan Google. Penelitian yang disebutkan difokuskan pada kebijakan Google yang dimaksud mewajibkan pemakaian Google Pay Billing (GPB) di tempat berbagai program tertentu.

GBP adalah metode atau pembelian produk-produk lalu layanan digital di program (in-app purchases) yang dimaksud didistribusikan dalam Google Play Store. Atas pemanfaatan GBP tersebut, Google mengenakan tarif layanan/fee terhadap aplikasi mobile sebesar 15- 30 persen dari pembelian.

Google mewajibkan aplikasi mobile yang tersebut diakses dari Google Play Store menggunakan GPB sebagai metode transaksinya, juga penyedia konten atau pengembang program wajib memenuhi ketentuan tersebut. Google juga tak tiada memperbolehkan penyelenggaraan alternatif pembayaran lain di area GPB.

Kewajiban penyelenggaraan GBP itu efektif berlaku per 1 Juni 2022.

Related Articles

Back to top button