Nasional

Pemprov DKI Minta Tempat Rekreasi Tutup Selama Ramadhan, Karaoke serta Bar Masih Boleh

Gragehotels.co.id – eksekutif Provinsi (Pemprov) DKI Ibukota menerbitkan aturan operasional beberapa jumlah tempat hiburan dalam Ibu Daerah Perkotaan selama Ramadhan 1445 H. Dalam aturan yang disebutkan terdapat banyak jenis hiburan yang digunakan tak boleh mengungkap di dalam bulan suci ini.

Hal yang disebutkan tertuang pada Surat Edaran Kepala Dinas Perjalanan juga Sektor Bisnis Kreatif (Disparekraf) DKI Nomor e-0003/SE/2024 Tentang Penyelenggaraan Usaha Perjalanan Pada Siklus Suci Ramadan serta Hari Raya Idul Fitri Tahun 1445 H/2024 M.

Dalam aturan itu, Kepala Dinas Peluang Usaha Pariwisata lalu Perekonomian Kreatif (Disparekraf) DKI, Andhika Permata menjelaskan, tempat hiburan yang dimaksud diminta tutup, yakni kelab malam, diskotek, mandi uap, rumah pijat, arena permainan ketangkasan untuk orang dewasa, juga bar atau rumah minum.

“Jenis perniagaan pariwisata tertentu wajib tutup pada 1 hari sebelum bulan suci Ramadan sampai dengan 1 hari pasca hari kedua Hari Raya Idulfitri,” ujar Andhika di SE itu, disitir Hari Senin (21/3/2024).

Meski dimikian, ada pengecualian pada tempat usaha yang dilarang bila lokasinya berada di dalam hotel bintang 4 kemudian bintang 5, juga kawasan komersial.

“Khusus bidang usaha kelab waktu malam lalu diskotek yang tersebut diselenggarakan menyatu dengan area hotel minimal bintang 4 dan juga kawasan komersial juga tidaklah berdekatan dengan pemukiman warga, rumah ibadah, sekolah dan/atau rumah sakit dikecualikan dari ketentuan,” ucap Andhika.

Namun, pihaknya tetap saja memberikan ketentuan khusus untuk bisnis yang dimaksud dapat pengecualian itu, yakni:

  1. Kelab waktu malam mulai pukul 20.30 Waktu Indonesia Barat sampai dengan pukul 01.30 WIB;
  2. Diskotek mulai pukul 20.30 Waktu Indonesia Barat sampai dengan pukul 01.30 WIB;
  3. Mandi uap mulai pukul 11.00 Waktu Indonesia Barat sampai dengan pukul 23.00 WIB;
  4. Rumah pijat mulai pukul 11.00 Waktu Indonesia Barat sampai dengan pukul 23.00 WIB;
  5. Arena permainan ketangkasan manual, mekanik dan/atau elektronik untuk orang dewasa mulai pukul 11.00 Waktu Indonesia Barat sampai dengan pukul 01.30 WIB;
  6. Bar/rumah minum yang digunakan berdiri sendiri mulai pukul 11.00 Waktu Indonesia Barat sampai dengan pukul 01.00 WIB; dan
  7. Bar/ rumah minum yang menjadi penunjang bisnis pariwisata tertentu mengikuti ketentuan waktu penyelenggaraan kegiatan usaha utamanya.

Sementara itu, tempat hiburan seperti karaoke masih dapat beroperasi selama Ramadan hingga Idulfitri dengan ketentuan jam operasional pukul 20.30-01.30 Waktu Indonesia Barat untuk bidang usaha karaoke eksekutif kemudian 14.00-02.00 Waktu Indonesia Barat untuk bidang usaha karaoke keluarga.

Pada jenis usaha rumah biliar atau bola sodok, operasionalnya juga tetap memperlihatkan diperbolehkan. Ketentuannya, yang berlokasi pada satu ruangan dengan usaha karaoke eksekutif mulai pukul 20.30 Waktu Indonesia Barat sampai dengan pukul 01.30 Waktu Indonesia Barat kemudian yang mana berlokasi tidak ada pada satu ruangan dengan tempat hiburan yang tersebut wajib tutup beroperasi mulai pukul 11.00 Waktu Indonesia Barat sampai pukul 24.00 WIB.

Lalu, ada juga aturan untuk menghentikan operasional sepenuhnya pada waktu tertentu terhadap semua tempat hiburan tanpa pengecualan, yakni pada satu hari sebelum bulan suci Ramadan, hari pertama bulan suci Ramadan, di malam hari Nuzulul Qur’an, satu hari sebelum Hari Raya Idulfitri atau di malam hari takbiran, dan juga hari pertama juga kedua hari Raya Idul Fitri.

Tidak semata-mata mengatur jam operasional, SE tertuang juga aturan yang digunakan berlaku ketika bulan Ramadan untuk penyelenggaraan bidang usaha pariwisata, yaitu larangan memasang reklame/poster/publikasi, dan juga pertunjukan film lalu pertunjukan lainnya yang bersifat pornografi, pornoaksi lalu erotisme.

Kemudian, larangan memunculkan gangguan terhadap lingkungan, kemudian larangan menyediakan hadiah pada bentuk dan juga jenis apapun.

“Selain itu, juga terdapat larangan memberikan kesempatan untuk melakukan taruhan atau perjudian, peredaran serta pemakaian narkoba, dan juga harus menghormati atau menjaga suasana yang mana kondusif pada bulan Ramadhan lalu Hari Raya Idul Fitri,” tuturnya.

“Sedangkan untuk perniagaan pariwisata bidang jasa makanan dan juga minuman yang mana bukan diatur di surat edaran ini, diimbau untuk memakai tirai agar tidak ada terlihat secara utuh,” katanya.

Related Articles

Back to top button