Kesehatan

Mitos dan juga Fakta Seputar Keaslian Madu, Benarkah yang Asli Tak Akan Dikerubuti Semut?

Gragehotels.co.id – Madu telah dikenal sejak dulu sebagai materi alami yang mana memiliki beragam zat gizi yang baik untuk kesehatan. Kandungan vitamin, mineral, antioksidan, dan juga enzim pada madu dapat memberikan khasiat luar biasa bagi tubuh manusia.

Madu diketahui memiliki sifat antibakteri juga antiinflamasi, yang dimaksud membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan juga menyediakan sumber energi alami.

Meskipun khasiat madu telah lama terbukti lewat sejumlah studi, masih terdapat polemik seputar keaslian madu di tempat berada dalam masyarakat. Beberapa mitos tentang madu yang tersebut beredar, bahkan kerap membingungkan masyarakat

Herpil, salah satu UKM dari Bogor yang berjanji untuk menghasilkan kembali madu terbaik demi meningkatkan kemampuan fisik serta gizi rakyat Indonesia, membagikan informasi untuk menjawab beberapa mitos yang digunakan kerap ditemukan di tempat sedang masyarakat.

Mitos 1
Madu yang dimaksud asli tak akan dikerubuti semut.

Mitos ini adalah indikator yang salah pada menentukan keaslian madu. Sebenarnya, madu mengandung glukosa kemudian fruktosa yang sangat diminati oleh semut, meskipun tidaklah semua jenis madu menjadi daya tarik bagi semut.

Hal ini disebabkan oleh perbedaan isi madu yang dimaksud bergantung pada sumber nektar yang ditemukan oleh lebah penghasil madu.

Mitos 2
Madu yang dimaksud asli tiada akan membeku ketika ditaruh dalam pada kulkas.

Meskipun bukan memiliki tekstur cair seperti air, madu masih mengandung kadar air, sehingga dapat mengalami proses kristalisasi atau penebalan pada waktu ditempatkan di tempat di kulkas.

Tapi, rutin penduduk keliru menganggap kristalisasi madu sebagai indikasi madu palsu. Padahal ini sebenarnya merupakan reaksi alami madu ketika disimpan di dalam di kulkas serta bergantung pada tingkat zat fruktosa dalam dalamnya.

Mitos 3
Madu yang mana asli memiliki warna yang mana pekat serta tidaklah mengalami pembaharuan warna.

Meskipun warna madu bukan menentukan keasliannya, warna yang disebutkan lebih banyak berkaitan dengan sumber nektar yang mana digunakan oleh lebah penghasil madu.

Sebagai contoh, madu yang digunakan dihasilkan dari nektar pohon mahoni dapat miliki warna yang mana berbeda dengan madu yang berasal dari pohon randu. Perbedaan warna ini sebenarnya mencerminkan variasi sumber nektar kemudian tidak sebagai penentu keaslian madu.

Herpil sebagai brand lokal, bertekad merancang pemahaman yang tersebut kokoh, sehingga publik tiada belaka menikmati madu berkualitas tinggi, tetapi juga menghargai kebenaran pada setiap tetesnya. Herpil juga tidaklah belaka memberikan perhatian khusus pada kualitas madu, tetapi juga memverifikasi bahwa produknya sampai untuk konsumen dengan cepat lalu aman, sehingga mempercayakan layanan same day kemudian reguler dari Ninja Xpress pada hal pengiriman, yang digunakan menjadikan proses distribusi madu lebih besar efisien serta terpercaya.

(Sumber: Suara.com)

Related Articles

Back to top button