Otomotif

Misteri Lewis Hamilton Nongkrong di area Paddock Ferrari

Gragehotels.co.id – Sejak beberapa pada waktu lalu, driver Formula One atau F1 (Formula 1) Lewis Hamilton (Mercedes) kerap nongkrong di dalam paddock regu “tetangga”, Scuderia Ferrari.

Terkadang bercakap-cakap dengan driver kelompok itu, Charles Leclerc. Pernah juga terlihat bersatu John Elkann, Team Principal Scuderia Ferrari.

Meski pun disebutkan “tidak ada apa-apa”, kesan misterius meruap juga. Puncaknya adalah Kamis (1/2/2024), pada waktu terkuak berita bila Juara Bumi F1 tujuh kali, Lewis Hamilton akan segera membela kelompok The Prancis Horse tahun depan. Alias pindah regu F1.

Artinya, ia akan balapan dengan Charles Leclerc sebagai team-mate dan juga mengenakan race suit rosso alias merah khas Ferrari. Sekaligus pindah “kantor” ke Maranello, Italia sebagai markas kelompok yang dimaksud didirikan Enzo Ferrari itu.

Pembalap Mercedes jika Inggris, Lewis Hamilton berdiri dengan ibunya Carmen Lockhart, ketika ia berpose dengan medalinya setelahnya dianugrahi penghargaan ksatria (Knighthood) menghadapi jasanya di dalam dunia balap, oleh Pangeran Charles, Pangeran Wales dari Inggris, selama upacara penobatan di dalam Kastil Windsor dalam Windsor, sebelah barat London pada 15 Desember 2021. Andrew Matthews / POOL / AFP.
Lewis Hamilton sama-sama ibunya Carmen Lockhart ketika ia dianugerahi gelar kejuaraan ksatria (Knighthood) berhadapan dengan jasanya dalam dunia balap dari  Kerajaan Inggris di dalam Windsor Castle,  15 Desember 2021 [AFP/POOL/Andrew Matthews]

Sementara nasib Carlos Sainz, team-mate Charles Leclerc pada waktu ini, sehubungan dengan rencana kepindahan Lewis Hamilton pada 2025 belum jelas. Ia bukan disebutkan dipinang pasukan mana pun, termasuk adanya skenario tukar guling antara Ferrari dengan Mercedes. Di mana kepergian Lewis Hamilton akan dibarter Carlos Sainz.

Dikutip dari Formula1, disebutkan bahwa Ferrari memaparkan rencana jangka pendek juga menengahnya untuk juara dunia yang digunakan rekornya menyamai Michael Schumacher, yaitu tujuh kali menyandang gelar.

Dari sini, kedua belah pihak merasa ada kesamaan. Termasuk bila regulasi baru F1 diterapkan pada 2026. Tim Ferrari juga Lewis Hamilton yang dimaksud sama-sama bukan berhasil meraih peringkat mentereng pada tahun-tahun lalu akan punya peluang untuk maju bersatu lalu menang.

Apalagi power unit jet darat Ferrari pada 2026 akan benar-benar mengandalkan 100 persen materi bakar berkelanjutan yang mana menggalang sustainability.

Dari kesamaan sudut pandang itu, Lewis Hamilton memikirkan masak-masak kemudian memberi tahu Mercedes pada Rabu (31/1/2024) tentang kepindahannya ke Ferrari.

Sementara itu, dikutipkan dari Sky Sports, peserta balap yang mana mendapatkan peringkat kebangsawanan dari Kerajaan Inggris melawan prestasinya sebagai juara F1 yang tersebut mengakibatkan nama harum Britania Raya ini belum beruntung sejak Desember 2021.

Persaingan sengit antara konstruktor papan menghadapi F1 yaitu Mercedes, Red Bull, dan juga Ferrari tiada dan juga menghasilkan keandalan Lewis Hamilton mengambil bagian terlihat. Ia berada pada balik bayang-bayang kedigdayaan duo driver Red Bull, Max Verstappen dan juga Sergio Perez.

Toh pada Mei 2023, Lewis Hamilton menegaskan ia bahagia bertarung di dalam bawah bendera Mercedes serta tak menanggapi rumor pindah ke Ferrari. Meski para insan F1 di dalam sirkuit mendapati ia sedang berbincang dengan John Elkann mau pun Charles Leclerc.

Dalam sebuah wawancara pada Mei 2023, Charles Leclerc memberikan jawaban diplomatis ketika ditanya persoalan pemberitaan yang tersebut mengaitkan Lewis Hamilton dengan kemungkinan lompat ke kelompok Scuderia Ferrari.

“Saya pikir siapa pun dalam grid akan senang apabila Lewis menjadi rekan satu tim, sebab semua orang akan belajar berbagai darinya. Tapi ya, sekali lagi, saya senang dengan keberadaan saya. Dan dengan Carlos, kami memiliki relasi yang mana seru,” ungkap Charles Leclerc.

Kini semuanya terbukti. Lewis Hamilton siap angkat kaki. Apakah mengikuti jejak juara dunia dengan rekor yang tersebut mirip dengannya, yaitu Michael Schumacher? Ataukah ingin seperti rekan-rekan seangkatan yang dimaksud pernah bernaung dalam Ferrari, seperti Sebastian Vettel, Kimi Raikkonen, Felipe Massa, Fernando Alonso, kemudian Carlos Sainz.

(Sumber: Suara.com)

Related Articles

Back to top button