Bisnis

Warga Diminta Waspadai Angkutan Bus Bodong pada waktu Mudik

Gragehotels.co.id – JAKARTA – Publik utamanya pengguna angkutan bus ketika mudik diminta mewaspadai operasional angkutan bus bodong . Ketua Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI) Kurnia Lesani Adnan mengatakan, momen mudik lebaran memang sebenarnya merupakan hal sakral juga menjadi wajib bagi penduduk Indonesia dengan penduduk mayoritas muslim.

“Dengan momen usainya tahun urusan politik berbagai publik yang mengambil bagian angkutan mudik gratis yang dari perwakilan rakyat kita. Tapi pada sisi lain harus dilihat keabsahan kendaraannya atapun perusahaan penyewaannya, jangan sampai bodong di arti Surat Uji Kendaraannya tidak ada lengkap, STNK terhenti lalu lain-lain,” kata beliau di area Jakarta, Mulai Pekan (18/03/2024).

Dia berharap aparat penegak hukum maupun regulator transportasi mampu menertibkan permasalahan ini. Sani beralasan, abainya regulasi yang dimaksud berujung operasional angkutan bodong sanggup mengakibatkan insiden di dalam lapangan berakibat untuk penduduk pemudik itu sendiri.

“Kita tahu dalam luar momen mudik saja, ada tiga kecelakaan besar bus yang mana kalau mau ditelusuri, perusahaan angkutannya abai teerhadap regulasi. Tidak rutin uji KIR misalnya, ujungnya rem blong kemudian insiden lain yang merugikan pengguna angkutan bus,” ungkap Sani yang juga Ketua DPP Organda Area Angkutan Penumpang.

Menurutnya, langkah pemerintah melakukan uji kendaraan seperti ramp check ketika sebelum momen lebaran datang dinilai telah tepat. Namun begitu, pelaksanaan ramp check juga harus diminamilisir pada tempat utama.

“Artinya, pelaksanaan ramp check itu kan dilaksanakan di tempat di terminal. Bagaimana dengan angkutan bus beroperasi di area luar terminal juga menyelenggarakan angkutan mudik gratis oleh perusahaan tertentu. Saya kira itu juga harus clear, kalau ngak ya sanggup lolos,” ucap dia.

Pantauan IPOMI menemukan masih berbagai angkutan bus beroperasi tidak ada sesuai regulasi namun bebas berkeliaran. Dia menuturkan, penegakan aturan hukum yang tersebut tegas pada lapangan setidaknya memberikan jaminan rasa aman kemudian nyaman ketika mudik dirasakan masyarakat. Di sisi lain penegakan hukum di area lapangan dengan menindak pemakaian angkutan bus bodong akan mendidik pihak lain yang digunakan terlibat pada operasional angkutan darat.

“Misalnya, pihak asuransi akan hadir ketika kecelakaan yang tersebut jangan sampai terjadi. Asuransi akan hadir, namun pihak asuransi tentunya akan mengawasi legalitas angkutan tersebut. Jangan belaka sebab menyebar ada kecelakaan semua mata tertuju, semua padat terlibat padahal kalau diusut dari legalitas justru tidak ada sesuai,” jelasnya.

Sani berharap semua pemangku kepentingan bisa jadi duduk dengan menyamakan persepsi di pengawasan dan juga penegakan aturan hukum di area lapangan.

Related Articles

Back to top button