Bisnis

Kronologi Pegawai Bank BUMN Tilep Uang Miliaran Nasabah: Iming-iming SUN

Gragehotels.co.id – Karyawan bank diamankan polisi lantaran dugaan kecurangan dengan memalsukan Surat Utang Negara (SUN) untuk menggelapkan dana nasabah.

Karyawati bank dengan syarat Solok, Sumatera Barat itu diduga telah dilakukan melakukan tindakan pembohongan ini sejak tahun 2015, yang mengakibatkan enam korban mengalami kerugian hingga mencapai Rp9 miliar.

Disampaikan oleh Direktur Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Sumatera Barat, Kombes Alfian Nurnas, pelaku merupakan manusia analis dalam salah satu cabang bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam Solok.

Perempuan berinisial SDS itu miliki modus  menawarkan untuk para korban untuk menjalankan dana merek dengan imbal hasil yang dimaksud tinggi menggunakan surat utang negara (SUN).

“Setelah para pengguna setuju untuk menginvestasikan dana sesuai dengan jumlah keseluruhan yang digunakan mereka itu inginkan, terperiksa SDS kemudian menciptakan kemudian menyerahkan Surat Utang Negara (SUN) yang digunakan ia cetak sendiri untuk para nasabah,” ungkap Alfian di konferensi pers dalam Padang pada Awal Minggu (29/1/2024), seperti yang mana dilaporkan oleh Antara.

Penyerahan SUN yang disebutkan merupakan upaya dari SDS untuk memberikan keyakinan untuk para pelanggan bahwa dana mereka itu sudah pernah diinvestasikan.

“Namun kenyataannya, SUN yang dimaksud diberikan tidaklah pernah diterbitkan oleh pemerintah. Setelah para klien tertarik dengan penawaran dari tersangka, dia kemudian diarahkan untuk mengisi formulir pengaktifan account tabungan,” jelasnya.

Uang yang dimaksud berasal dari para pelanggan kemudian dialihkan ke akun yang tersebut dapat diakses atau dimanfaatkan secara bebas oleh SDS.

Dana yang disebutkan kemudian digunakan untuk keperluan pribadi SDS, seperti mendirikan industri sepatu dan juga kosmetik.

“Diduga uang yang berasal dari korban ini digunakan oleh dituduh untuk berlibur ke luar negeri, juga penangkapan pelaku diadakan pada Medan,” tambah Alfian. Selain itu, polisi juga menyita sertifikat tanah yang dimaksud dimiliki oleh SDS.

Tersangka dijerat dengan Pasal 19 ayat 1 serta 2 Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2002 tentang Surat Utang Negara Juncto (Jo) Pasal 49 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 yang telah dilakukan diamandemen dengan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2003.

(Sumber: Suara.com)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button