Nasional

KPK Kalah, PN Jaksel Kabulkan Praperadilan Eks Wamenkumham Eddy Hiariej: Penetapan Tersangka Tidak Sah

Gragehotels.co.id – Hakim Pengadilan Negeri (PN) DKI Jakarta Selatan menerima praperadilan yang dimaksud diajukan mantan Wakil Menteri Hukum kemudian HAM (Wamenkumham) Edwar Omar Sharif Hiariej alias Eddy Hiariej.

Dengan putusan tersebut, status Eddy sebagai terdakwa di tindakan hukum korupsi sebagai penerimaan suap dan juga gratifikasi dalam Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) gugur.

“Mengadili, di ekspeksi menyatakan eksepsi pemohon (KPK) tiada dapat diterima seluruhnya,” ujar Hakim tunggal Estiono pada putusannya, Selasa (30/1/2024. )

“Dalam pokok perkara menyatakan penetapan terperiksa oleh termohon (KPK) terhadap pemohon tiada sah, lalu tak mempunyai kekuatan hukum mengikat. Menghukum termohon (KPK) membayar biaya perkara,” sambungnya Hakim.

Eddy sebelumnya mengajukan praperadilan ke Pengadilan Negeri Ibukota Selatan sudah ada dua kali. Praperadilan pertama dicabutnya pada waktu sidang berjalan pada 20 Desember 2023.

Setelahnya, pada 3 Januari 2024 dia kembali mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri Ibukota Indonesia Selatan.

Eddy lalu dua anak buahnya, Yosi Andika Mulyadi, juga Yogi Arie Rukmana dijadikan KPK tersangka, akibat diduga diduga menerima suap dan juga gratifikasi senilai Mata Uang Rupiah 8 miliar dari Direktur Utama PT Cirta Lampia Mandiri (CLM) Helmut Hermawan.

Pemberian uang itu untuk menyelesaikan tiga perkara Helmut di area Kementerian Hukum juga HAM, dan juga Bareskrim Polri.

Kekinian KPK baru menahan Helmut di dalam Rutan KPK untuk 20 hari pertama, terhitung sejak tanggal 7 sampai dengan 26 Desember 2023.

Sedangkan Eddy kemudian dua anak buahnya belum ditahan. KPK meyakinkan segera memanggil ketiganya untuk dilaksanakan penahanan.

(Sumber: Suara.com)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button