Nasional

Kasus Pungli Rutan, KPK Dalami Sebutan Lurah serta Korting

Gragehotels.co.id – JAKARTA – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami sebutan lurah dan juga korting di tindakan hukum dugaan pungutan liar (pungli) di dalam rumah tahanan (rutan) KPK . Hal itu diadakan pada waktu regu penyidik KPK memeriksa sembilan saksi yang tersebut terdiri dari unsur terpidana.

Mereka adalah, Yoory Corneles, Stepanus Robin Pattuju, Rezky Herbiyono, Rifa Surya, Shuhanda Citra, Sudarso, Triyanto Buri Yuwono, Wahyudin, lalu Wawan Ridwan.

Kepala Bagian Pemberitaan KPK, Ali Fikri mengatakan, kesembilan saksi yang dimaksud diperiksa di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, Bandung.

“Para saksi hadir juga dikonfirmasi dan juga didalami kembali antara lain kaitan sebutan lurah lalu korting di pengumpulan uang di dalam lingkungan Rutan Unit KPK untuk diberikan pada Tersangka AF (Karutan) dkk,” kata Ali melalui keterangan tertulisnya, Hari Jumat (22/3/2024).

Perlu diketahui, lurah merupakan pegawai rutan KPK yang tersebut bertugas mengakumulasi uang dari para tahanan yang digunakan dimaksudkan untuk menambah prasarana selama menjalani penahanan.

Kemudian, korting merupakan tahanan yang bertugas menghimpun uang dari tahanan lainnya yang mana kemudian menyerahkan ke lurah.

Sekadar informasi, KPK mengumumkan 15 pegawainya sebagai tersangka, yang terdiri dari Kepala Rutan Fakultas KPK, Achmad Fauzi (AF); pegawai negeri yang dipekerjakan (PNYD) yang mana ditugaskan sebagai Petugas Fakultas Rutan KPK periode 2018-2022, Hengki (HK); PNYD yang mana ditugaskan sebagai Petugas Pengamanan dan juga Pit Kepala Fakultas Rutan KPK periode 2018, Deden Rochendi (DR); kemudian PNYD yang mana ditugaskan sebagai Petugas Pengamanan, Sopian Hadi (SH).

Kemudian, PNYD yang ditugaskan sebagai Petugas Fakultas Rutan KPK lalu Plt Kepala Pusat Rutan KPK periode 2021, Ristana (RT); PNYD yang ditugaskan sebagai Petugas Fakultas Rutan KPK, Ari Rahman Hakim (ARH); PNYD yang digunakan ditugaskan sebagai Petugas Unit Rutan KPK, Agung Nugroho (AN); juga PNYD yang mana ditugaskan sebagai Petugas Fakultas Rutan KPK periode 2018 s/d 2022, Eri Angga Permana (EAP).

Selanjutnya, Petugas Fakultas Rutan KPK, Muhamad Ridwan (MR), Suharlan (SH), Ramadhan Ubaidillah A (RUA), Mahdi Aris (MHA), Wardoyo (WD), Muhammad Abduh (MA), juga Ricky Rachmawanto (RR).

Mereka melancarkan aksinya sejak 2019-2023 juga menghimpun setidaknya Rp6,3 miliar. Para terperiksa pun menerima nominal yanh bervariasi tergantung pada kedudukan merekan masing-masing, yakni antara Rp3-10 juta.

Direktur Penyidikan KPK, Asep Guntur Rahayu menjelaskan, di memuluskan akal bulusnya para dituduh menggunakan kode-kode tertentu. Di antaranya, banjir, kandang burung, pakan burung, hingga botol.

“Hengki dkk pada melancarkan aksinya menggunakan beberapa istilah atau password diantaranya, banjir dimaknai info sidak, kandang burung dan juga pakan jagung dimaknai proses uang, juga botol dimaknai sebagai handphone lalu uang tunai,” kata Asep ketika konferensi pers dalam kantornya, Hari Jumat (15/3/2024).

Related Articles

Back to top button