Nasional

Kasus Pungli pada Rutan, KPK Periksa Tahanan Koruptor di area Lapas Sukamiskin

Gragehotels.co.id – JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap 10 terpidana persoalan hukum korupsi hari ini. Mereka yakni, Emirsyah Satar; Dodi Reza; Apri Sujadi; Ainul Fakih; Arko Mulawan; Bong Tjiee Tjiang alias Aseng; Budi Setiawan; Dono Purwoko; Edy Rahmat; lalu Edy Wahyudi.

Para koruptor yang dimaksud dijadwalkan untuk dimintai keterangannya pada kapasitasnya sebagai saksi terkait tindakan hukum dugaan pungutan liar (pungli) atau pemerasan dalam lingkungan Rutan Pusat KPK. KPK memeriksa merek dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat.

“Hari ini (19/3) bertempat Lapas Kelas 1 Sukamiskin, pasukan penyidik menjadwalkan pemanggilan juga pemeriksaan saksi-saksi tersebut,” kata Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri, Selasa (19/3/2024).

Belum diketahui apa yang digunakan ingin didalami penyidik lembaga antirasuah terhadap para terpidana perkara korupsi tersebut. Namun, keterangan mereka itu memang sebenarnya dibutuhkan untuk menghasilkan terang penyidikan perkara ini.

Dalam perkara tersebut, KPK mengumumkan 15 pegawainya sebagai tersangka. Rinciannya, Kepala Rutan Unit KPK, Achmad Fauzi (AF); pegawai negeri yang tersebut dipekerjakan (PNYD) yang ditugaskan sebagai Petugas Pusat Rutan KPK periode 2018-2022, Hengki (HK); PNYD yang dimaksud ditugaskan sebagai Petugas Pengamanan serta Pit Kepala Pusat Rutan KPK periode 2018, Deden Rochendi (DR); dan juga PNYD yang dimaksud ditugaskan sebagai Petugas Pengamanan, Sopian Hadi (SH).

Kemudian, PNYD yang dimaksud ditugaskan sebagai Petugas Pusat Rutan KPK juga Plt Kepala Pusat Rutan KPK periode 2021, Ristana (RT); PNYD yang tersebut ditugaskan sebagai Petugas Pusat Rutan KPK, Ari Rahman Hakim (ARH); PNYD yang dimaksud ditugaskan sebagai Petugas Unit Rutan KPK, Agung Nugroho (AN); juga PNYD yang dimaksud ditugaskan sebagai Petugas Pusat Rutan KPK periode 2018 s/d 2022, Eri Angga Permana (EAP).

Selanjutnya, Petugas Fakultas Rutan KPK, Muhamad Ridwan (MR), Suharlan (SH), Ramadhan Ubaidillah A (RUA), Mahdi Aris (MHA), Wardoyo (WD), Muhammad Abduh (MA), dan juga Ricky Rachmawanto (RR).

Mereka melancarkan aksinya sejak 2019-2023 serta mengakumulasi setidaknya Rp6,3 miliar. Para dituduh pun menerima nominal yanh bervariasi tergantung pada tempat merek masing-masing, yakni antara Rp3-10 juta.

Direktur Penyidikan KPK, Asep Guntur Rahayu menjelaskan, pada memuluskan akal bulusnya para dituduh menggunakan kode-kode tertentu. Di antaranya, banjir, kandang burung, pakan burung, hingga botol.

“Hengki dkk di melancarkan aksinya menggunakan beberapa istilah atau password pada antaranya, banjir dimaknai info sidak, kandang burung juga pakan jagung dimaknai operasi uang, kemudian botol dimaknai sebagai handphone serta uang tunai,” kata Asep pada waktu konferensi pers dalam kantornya, Jumat, 15 Maret 2024.

Related Articles

Back to top button