Otomotif

Kantor Toyota Digerebek Buntut Skandal Mesin Diesel

Gragehotels.co.id – Kantor Toyota Industries Corp, perusahaan yang digunakan memproduksi mesin diesel untuk beberapa mobil Toyota, digerebek oleh petugas Kementerian Transportasi Negeri Matahari Terbit pada Selasa (30/1/2023).

Penggerebekan itu dilaksanakan pasca Toyota Motor Corp mengakui sudah berlaku curang di pengujian mesin pada beberapa mobil diesel, termasuk pada antaranya Toyota Fortuner yang mana diproduksi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia atau TMMIN di area Tanah Air.

Setelah penggerebekan dilakukan, bos besar Toyota yakni Akio Toyoda membungkukan badan di tempat hadapan masyarakat untuk meminta-minta maaf. Toyoda sendiri telah jarang tampil pada rakyat setelahnya mengundurkan diri sebagai direktur utama Toyota pada tahun lalu pasca 14 tahun menjabat.

“Kami sungguh minta maaf oleh sebab itu telah terjadi menghasilkan konsumen khawatir kemudian cemas melawan rangkaian skandal yang mana telah terjadi terjadi,” kata Toyoda di jumpa pers di dalam Nagoya, Jepang.

Manipulasi data itu, lanjut Toyoda, merupakan “masalah yang mana sangat serius dan juga telah lama mengkhianati kepercayaan konsumen lalu mengguncang fundasi sistem sertifikasi kendaraan.”

Serangkaian skandal itu melibatkan anak usaha Toyota yakni Hino Motors Ltd, Toyota Industries Corp juga Daihatsu Motor Co.

Ironisnya skandal demi skandal itu terungkap ketika Toyota mencetak rekor pemasaran global, dengan catatan 11,25 jt unit mobil terjual selama 2023.

Dengan demikian Toyota kembali menjadi raja mobil dunia, mengalahkan musuh bebuyutan jika Jerman, Volkswagen yang digunakan semata-mata mengedarkan 9,2 jt unit mobil pada tahun lalu.

Skandal diesel Toyota

Sebelumnya diwartakan Toyota Motor Co pada pekan ini memerintahkan penghentian pengiriman beberapa mobil diesel yang digunakan mesinnya diproduksi oleh Toyota Industries Corp. Penghentian pengiriman itu dilaksanakan dikarenakan adanya manipulasi data pada proses penerbitan sertifikasi mesin tersebut.

Toyota Industries pada Mulai Pekan kemarin mengakui telah terjadi memanipulasi data torsi mesin diesel yang dipasoknya untuk beberapa mobil Toyota pada dunia, termasuk di dalam Indonesia.

Seperti dilansir dari Kyodo News, Toyota Industries disebut memanipulasi asupan ke injektor material bakar di pengujian mesin sehingga torsi yang dihasilkan terlihat lebih tinggi besar dari aslinya.

Adapun hasil penggerebekan pada Rabu kemarin akan menentukan hukuman apa yang dimaksud akan dijatuhkan terhadap Toyota.

Skandal diesel ini juga terasa hingga ke Tanah Air. sebabnya salah satu mobil yang digunakan tersangkut pada hambatan ini adalah Toyota Fortuner buatan TMMIN di dalam Karawang. Mobil ini mulai dijual Mei 2020.

Dalam data yang digunakan disediakan Toyota Motor Corporation, Fortuner Diesel buatan TMMIN ini dikirimkan ke pasar internasional ke Eropa, Timur Tengah serta Asia. Tidak dijelaskan apakah mobil ini juga dipasarkan pada pada negeri atau semata-mata untuk ekspor.

Yang pasti, Toyota Motor pada siaran persnya mengungkapkan bahwa salah satu mesin diesel yang tersebut bermasalah miliki kode 1GD. Mesin ini termasuk yang digunakan oleh Toyota Fortuner diesel buatan TMMIN.

Sementara pada 2022 lalu Toyota Astra Motor, agen pemegang merek mobil Toyota pada Indonesia, meluncurkan Fortuner Diesel 2,8 liter di area Tanah Air. 

Ini tidak pertama kali TMMIN, yang mana 95 persen sahammnya dikuasai Toyota Motor Corporation serta 5 persen lagi milik Astra, tersangkut kesulitan sertifikasi produknya. Sebelumnya pada Desember 2023 lalu TMMIN terseret skandal manipulasi hasil uji tabrak Daihatsu.

Ada beberapa mobil buatan TMMIN seperti Toyota Avanza Veloz, Toyota Avanza lalu Toyota Yaris Cross yang mana disebut turut dipalsukan hasil uji tabrakannya.

TMMIN sendiri telah membantah kualitas mobilnya turut terdampak pada persoalan hukum itu. Hanya beberapa hari setelahnya kesulitan itu mencuat, TMMIN telah diizinkan pemerintah Indonesia untuk mengekspor mobil-mobilnya kembali.

Dalam perkara terbaru ini TMMIN menegaskan mobil diesel buatannya tetap saja aman.

(Sumber: Suara.com)

Related Articles

Back to top button