Otomotif

Jelang Long Weekend Perayaan Religi, Simak Peraturan Lalin Hal ini

Gragehotels.co.id – Sebentar lagi, penduduk Tanah Air akan menjalani long weekend berkenaan libur perayaan religi. Yaitu Isra Miraj serta Tahun Baru Imlek pada 8-11 Februari 2024.

Dikutip dari kantor berita Antara, di rangka mengantisipasi kondisi lalu-lintas kemudian penyeberangan selama long weekend pekan depan, Kementerian Perhubungan, Korlantas Polri serta Kementerian PUPR menerbitkan Surat Keputusan Bersama (SKB).

Lewat keterangan tertulis, Hendro Sugiatno, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub pada Kamis (1/2/2024) menyatakan isi SKB.

Disebutkan tentang Pengaturan Lalu Lintas Jalan juga Penyeberangan Selama Masa Libur Panjang Memperingati Isra Miraj Nabi Muhammad SAW juga Tahun Baru Imlek 2575 Kongzili Tahun 2024 tertanggal 24 Januari 2024.

Suasana ruas Jalan Tol Kanci-Pejagan yang digunakan sepi di tempat simpang susun Pejagan, Brebes, Jawa Tengah, Kamis (6/5/2021).  ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak
Suasana ruas Jalan Tol Kanci-Pejagan. Sebagai ilustrasi mendekati long weekend [ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak]

Penandatanganan SKB Nomor: KP-DRJD 623 Tahun 2024, SKB/21/1/2024 dan juga 21/KPTS/Db/2024 diadakan oleh Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Hendro Sugiatno, Kepala Korps Lalu Lintas Kepolisian Irjen Pol Aan Suhanan, kemudian Direktur Jenderal Bina Marga Hedy Rahadian.

Dengan adanya SKB ini, perjalanan dalam libur panjang Isra Miraj dan juga Imlek mengalami pengaturan dan juga pembatasan demi keselamatan, keamanan, kenyamanan juga ketertiban bersama.

“Penetapannya antara lain terkait pembatasan operasional angkutan barang dalam jalan tol dan juga jalan non-tol, sistem jalur kemudian lajur pasang surut/tidal flow (contra flow). Selanjutnya pengaturan penyeberangan di area lintas Merak-Bakauheni, Ketapang-Gilimanuk juga Jangkar-Lembar,” jelas Hendro Sugiatno.

Selain itu, terdapat pengaturan penundaan perjalanan (delaying system) serta sebagai buffer zone untuk operasional kendaraan angkutan barang di dalam lintas Merak, Bakauheni, Ketapang, Gilimanuk, Jangkar dan juga Lembar.

Pembatasan kendaraan angkutan barang diadakan untuk mobil barang berbobot tambahan dari 14 ton, mobil barang sumbu tiga atau lebih.

Kemudian mobil barang dengan kereta tempelan, kereta gandengan, juga mobil barang yang mengangkut hasil galian, hasil tambang dan juga substansi bangunan.

“Sama dengan libur Natal juga tahun baru sebelumnya, mengingat kali ini liburnya cukup panjang perlu dijalankan pengaturan agar meningkatkan kelancaran lalu-lintas. Mengingat jumlah agregat besar kendaraan diprediksi akan bertambah, baik dalam jalan tol maupun non-tol,” paparnya.

Kendaraan angkutan barang yang dikecualikan dari pembatasan atau tetap memperlihatkan dapat beroperasi adalah mengangkut BBM/BBG, antaran uang, logistik pemilu, hewan kemudian pakan ternak, pupuk, serta barang pokok.

Akan tetapi seluruhnya harus dilengkapi surat muatan dengan beberapa ketentuan, seperti diterbitkan oleh pemilik barang yang diangkut, surat muatan yang tersebut berisi keterangan jenis barang, tujuan, lalu nama dan juga alamat pemilik barang. Terakhir, ditempelkan pada kaca depan sebelah kiri angkutan barang.

Waktu pelaksanaan pembatasan operasional angkutan barang di area ruas tol, yakni diberlakukan mulai Rabu (7/2/2024) pukul 16.00 waktu setempat sampai dengan Akhir Pekan (11/2/2024) pukul 24.00 waktu setempat.

Kemudian waktu pengaturan lalu-lintas di area jalan non-tol diberlakukan mulai Kamis (8/2/2024) hingga Akhir Pekan (11/2/2024) pukul 05.00 sampai pukul 22.00 waktu setempat setiap harinya.

Dengan demikian, setiap pukul 22.00 sampai dengan 05.00 waktu setempat tidaklah ada pembatasan operasional angkutan barang di dalam jalan non-tol.

“Apabila di area lapangan nanti terjadi pembaharuan arus lalu-lintas secara secara tiba-tiba atau situasional, Korlantas Polri dapat melaksanakan manajemen operasional merupakan diskresi petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia,” tambah Hendro Sugiatno.

Selain adanya pembatasan kendaraan angkutan barang, ia memaparkan SKB juga mengatur operasional angkutan penyeberangan. Antara lain:

  • Angkutan penyeberangan di tempat ruas Merak-Bakauheni, untuk yang tersebut menuju Pelabuhan Merak dilaksanakan penundaan perjalanan juga buffer zone diadakan pada rest area KM 42 A lalu KM 68 A di dalam ruas Jalan Tol Jakarta-Merak dan juga lahan PT Munic Line.
  • Sementara dalam Pelabuhan Bakauheni diadakan pada rest area KM 87 B, KM 49 B, serta KM 20 B pada ruas jalan Tol Bakauheni-Terbanggi Besar.

Untuk menghindari terjadinya antrean panjang atau penumpukan kendaraan bermotor di area area sekitar pelabuhan akan diadakan pembatasan pembelian tiket dengan radius larangan, meliputi:

  • Pertama, Pelabuhan Merak sejauh 4,71 km dari titik berada dalam pelabuhan terluar (sebagai contoh acuan titik Hotel Pesona Merak).
  • Kedua, Pelabuhan Bakauheni sejauh 4,24 KM dari titik sedang pelabuhan terluar (sebagai contoh acuan Balai Karantina Pertanian).

“Mulai 7 Februari 2024 sampai 11 Februari 2024 baik dari Pelabuhan Penyeberangan Merak mau pun Bakauheni yang tersebut menjadi prioritas adalah kendaraan roda dua, roda empat kemudian bus,” pungkas Hendro Sugiatno.

(Sumber: Suara.com)

Related Articles

Back to top button