Bisnis

Hotman Paris Bela Rakyat, Kritik Keras Rencana Kenaikan PPN 12 Persen dalam 2025

Gragehotels.co.id – Pengacara kondang Hotman Paris kembali bersuara mengenai kebijakan pemerintah. Kali Ini adalah Hotman Paris mengomentari perkara rencana pemerintah untuk menaikan Pajak Pertambahan Skor (PPN) naik jadi 12 persen dalam 2025.

Lewat akun instagram resminya @hotmanparisofficial, Hotman membela kepentingan rakyat di kebijakan pemerintah tersebut. Dia menilai, jikalau PPN naik lagi, maka akan menyusahkan rakyat, oleh sebab itu tarif barang lalu jasa bergabung naik.

“Pajak naik lagi! Hai kau kau: jangan bilang rasain Hotman! Sebab pajak naik maka biaya barang dan juga jasa naik serta akhirnya rakyat yang bayar! Pelajaran bagi yang tidaklah sadar, ” ujar seperti yang mana dikutip, Selasa (12/3/2024).

Sebelumnya, pemerintah kabarnya segera meninggikan pajak pertambahan nilai (PPN) menjadi 12 persen pada tahun 2025 nanti. Hal ini terungkap usai Kementerian Koordinator Area Perekonomian menjelaskan rencana kebijakan pemerintah ke depan.

Termasuk, kegiatan era Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang mana dilanjutkan presiden terpilih selanjutnya. Merujuk padaPasal 7 ayat 1 Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP), tarif PPN yang mana sebelumnya sebesar 10 persen diubah menjadi 11 persen mulai berlaku pada 1 April 2022. PPN kemudian kembali naik jadi 12 persen pada 1 Januari 2025 atau lebih besar cepat.

Menurut Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, langkah ini merupakan respons berhadapan dengan pilihan publik yang mana menggalang acara keberlanjutan dari Presiden Jokowi. Airlangga menyatakan hal ini di sebuah acara media briefing di area Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, hari terakhir pekan (8/3/2024).

Menurut Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, tindakan ini merupakan respons menghadapi pilihan penduduk yang digunakan memperkuat acara keberlanjutan dari Presiden Jokowi. Airlangga menyatakan hal ini di sebuah acara media briefing di tempat Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, hari terakhir pekan (8/3/2024).

Meski demikian, Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF), Febrio Kacaribu sebelumnya juga menyatakan bahwa ketika ini bukanlah waktu yang digunakan tepat untuk meninggal tarif PPN menjadi 12 persen dengan alasan kondisi perekonomian yang mana makin bukan pasti.

Related Articles

Back to top button