Nasional

Henry Yosodiningrat: Jokowi Bukan Kader PDIP, Dia Pengkhianat kemudian Penjahat Demokrasi

Gragehotels.co.id – Politisi PDIP yang dimaksud juga Komandan Tim Hukum 03 Ganjar-Mahfud, Henry Yosodiningrat mengeluarkan pernyataan keras terkait status Joko Widodo (Jokowi) sebagai kader PDIP.

Saat ini Jokowi menurut pendapat Henry bukanlah kader dari PDIP. Henry lebih banyak lanjut mengatakan ayah dari Gibran Rakabuming Raka itu sebagai penjahat demokrasi.

Pernyataan keras dari Henry itu ia komunikasikan pada waktu menjadi bintang tamu pada kanal Youtube Akbar Faizal Uncensored, Mulai Pekan (11/3). Awalnya Akbar Faizal sebagai host mempertanyakan status dari Jokowi di area PDIP.

Baca juga:

  • Diungkap Mahfud MD, Begini Respon Ganjar Usai Dilaporkan ke KPK

Hal ini menjadi penting bagi rakyat untuk mengetahui sebenarnya seperti apa kondisi relasi PDIP dengan Jokowi pasca Pilpres 2024.

“Kita lihat ‘kerusakan’ itu kan diawal dengan majunya atau dipaksakannya putra dari Jokowi untuk menjadi calon perwakilan presiden. Dengan cawe-cawe ke MK, eh kebetulan iparkan. Ke KPU, menerima pendaftaran, padahal waktu itu masih gunakan undang-undang yang dimaksud lama, masih gunakan PKPU yang lama,” jelas Henry.

“Di di tempat ini sudah ada terlihat, telah terencana semua. Siapa yang merencakan, siapa pelakunya? Ya Jokowi dengan melakukan intervensi terhadap hukum, kemudian juga terhadap pelaksana pemilu,” sambungnya.

Lebih lanjut, Henry menjelaskan bahwa dengan semua paparan itu, Jokowi bukanlah seperti kader PDIP. Tegas, Henry menyampaikan bahwa dulu Jokowi memang sebenarnya kader PDIP namun untuk ketika ia adalah kader yang berkhianat.

Baca juga:

  • Heboh! Maling Di Tangsel Kembalikan Motor Curian Pakai GoBox, Polisi Sampai Bingung

Tak belaka itu, di tempat mata Henry Yosodiningrat, Jokowi telah lama melakukan kejahatan demokrasi selama kontestasi Pilpres 2024.

“Kemudian persoalan status Jokowi sebagai kader (PDIP). Tidak ada kader seperti itu. Itu bukanlah kader. Artinya kader yang digunakan berkhianat. Dulu kader, tapi sekarang setelahnya ia berkhianat serta meninggalkan,”

“Dia lebih lanjut memilih untuk dinasti kekuasaan dia, kemudian menjadikan anaknya, beliau mengorbankan semuanya. Dia tidak kader. Jadi di tempat mata saya, Jokowi itu pengkhianat bahkan melakukan kejahatan demokrasi,” ungkap

Related Articles

Back to top button