Nasional

Hakim Sebut Penetapan Tersangka Tidak Sah, Reaksi KPK usai Keok dengan Eddy Hiariej di dalam Sidang Praperadilan

Gragehotels.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku akan mempelajari putusan Pengadilan Negeri Ibukota Selatan yang dimaksud mengabulkan gugatan praperadilan mantan Wakil Menteri Hukum dan juga HAM (Wamenkumham) Edwar Omar Sharif Hiariej alias Eddy Hiariej yang tersebut sekarang berstatus tersangka. Berdasar putusan hakim, penetapan terperiksa terhadap Eddy Hiariej dianggap tidaklah sah.

“Kami akan pelajari dahulu putusan hakim praperadilannya,” kata Ketua KPK Sementara, Nawawi Pomolango lewat keterangannya, Selasa (30/1/2024).

Hal yang sejenis juga disampaikan Wakil Ketua KPK Alexander Marwata. Menurutnya, putusan hakim yang mana mengabulkan gugatan Eddy Hiariej itu akan dikaji oleh internal KPK.

“Biro hukum akan mengkaji pertimbangan hakim lalu melaporkan ke pimpinan,” kata Alex.

Gugatan Dikabulkan Hakim

Diketahui, gugatan praperadilan yang digunakan diajukan Eddy Hiariej dikabulkan oleh PN Jaksel.

Dalam putusannya, Hakim Tunggal Estiono menyebut, penetapan Eddy Hiarieje sebagai dituduh tak sah.

Eddy Hiariej (Ig/eddyhiariej)
Eddy Hiariej (Ig/eddyhiariej)

“Dalam pokok perkara menyatakan penetapan dituduh oleh termohon (KPK) terhadap pemohon tiada sah, lalu tidaklah mempunyai kekuatan hukum mengikat. Menghukum termohon (KPK) membayar biaya perkara,” ujar hakim tunggal Estiono pada putusannya, Selasa.

2 Kali Ajukan Praperadilan

Diketahui, Eddy Hiariej mengajukan telah dua kali mengajukan praperadilan ke PN Jaksel setelahnya dirinya ditetapkan sebahgai terperiksa oleh KPK. Praperadilan pertama dicabutnya ketika sidang berjalan pada 20 Desember 2023.

Setelahnya, pada 3 Januari 2024 mereka kembali mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri Ibukota Indonesia Selatan.

Eddy lalu dua anak buahnya, Yosi Andika Mulyadi, juga Yogi Arie Rukmana dijadikan KPK tersangka, dikarenakan diduga diduga menerima suap lalu gratifikasi senilai Rp8 miliar dari Direktur Utama PT Cirta Lampia Mandiri (CLM) Helmut Hermawan.

Pemberian uang itu untuk menyelesaikan tiga perkara Helmut di dalam Kementerian Hukum serta HAM, juga Bareskrim Polri.

KPK baru menahan Helmut di area Rutan KPK untuk 20 hari pertama, terhitung sejak tanggal 7 sampai dengan 26 Desember 2023.

Sedangkan Eddy serta dua anak buahnya belum ditahan. KPK meyakinkan segera memanggil ketiganya untuk dijalankan penahanan.

(Sumber: Suara.com)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button