Nasional

Hakim PN Jaksel Tolak Praperadilan Crazy Rich Surabaya Budi Said

Gragehotels.co.id – JAKARTA – Majelis hakim menolak praperadilan persoalan hukum yang dimaksud melibatkan Crazy Rich Surabaya, Budi Said alias BS yang didakwa merugikan PT Aneka Tambang (Antam) lalu negara melawan dugaan korupsi jualan emas juga logam mulia.

Adapun putusan Perkara Pra Peradilan teregister Nomor 27/Pid.Pra/2024/PN Jkt.Sel itu dibacakan oleh Hakim Praperadilan Lusiana Amping di area Pengadilan Negeri (PN) Ibukota Selatan, pada Awal Minggu (18/3/2024).

“Pokok perkara menyatakan praperadilan pemohon tak dapat diterima juga dibebankan untuk pemohon biaya perkara sebesar nihil,” ujar Lusiana pada waktu membacakan putusan.

Sementara itu, Kuasa Hukum BS, Indra Sihombing menekankan bahwa praperadilan yang dimaksud diajukan tidak ada dapat diterima. Ke depan kelompok kuasa hukum akan menempuh jalur dengan mengamati pokok perkara untuk melakukan pembelaan.

“Tidak dapat diterima akibat bukanlah kehilangan tapi tidaklah objek yang dimaksud dibahas itu saja,” ucap Indra usai persidangan.

“Kami akan menempuh jalur nanti tergantung jaksa kalau cepat ke pokok perkara kita akan melakukan pembelaan pada sana,” sambungnya.

Sebelumnya, Crazy Rich Surabaya, Budi Said alias BS ditetapkan sebagai terperiksa oleh Jampidsus Kejagung melawan persoalan hukum dugaan tindakan pidana korupsi proses ilegal pembelian logam mulia milik BUMN, PT Aneka Tambang Tbk. (Antam).

Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Area Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung, Kuntadi mengungkapkan dari hasil pemeriksaan penyidik menyimpulkan adanya dugaan aktivitas pidana korupsi rekayasa jual beli PT Antam. Selanjutnya penyidik menetapkan yang dimaksud bersangkutan sebagai tersangka.

“BS pribadi entrepreneur properti jika Surabaya untuk diambil keterangan terkait dengan adanya dugaan rekaya jual beli emas dimaksud. Berdasarkan hasil pemeriksaan penyidik, pada hari ini status yang bersangkutan kita naikan sebagai tersangka,” ujar Kuntadi, Kamis (18/1/2024).

Dikatakannya, Budi Said diduga melakukan proses periode Maret-November 2018 bersatu beberapa orang di area antaranya EA, AP, EKA serta MD. Dari beberapa orang yang dimaksud merupakan oknum pegawai Antam.

“Telah melakukan pemufakatan jahat melakukan rekayasa proses jual beli emas dengan cara menetapkan biaya jual dibawah nilai yang mana sudah ditetapkan PT Antam. Dengan dalih seolah-olah terdapat diskon dari PT Antam, padahal pada waktu itu PT Antam tidaklah melakukan itu,” jelasnya.

Related Articles

Back to top button