Nasional

Geledah Rumah Pengusaha Hanan Supangkat, KPK Angkut Uang Tunai Belasan Miliar Rupiah

Gragehotels.co.id – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan beberapa jumlah dokumen beserta uang belasan miliar rupiah dari penggeledahan yang mana dilaksanakan dalam rumah pelaku bisnis bos celana dalam, Hanan Supangkat dalam kawasan Ibukota Barat pada Rabu (6/3/2024) malam.

Penggeledahan yang dimaksud diduga terkait dengan aksi pidana pencucian uang yang tersebut menjerat Syahrul Yasin Limpo (SYL).

Baca Juga:

Digoda 16 Persen, Ganjar Beri Jawabannya Tak Terduga

Terungkap Maksud Kunjungan Gibran ke Inggris, Gerak Kilat ‘Mas Wapres’ untuk Inisiatif Hilirisasi?

Selepas Ditinggal Ganjar, Bursa Cagub Jateng Mulai Ramai Diisi Tokoh Muda, Siapa Saja?

Hanan pernah diperiksa KPK sebagai saksi untuk SYL.

“Dalam kegiatan ini, ditemukan adanya beberapa jumlah dokumen terdiri dari berbagai catatan pekerjaan proyek dalam Kementan RI juga bukti elektronik,” kata Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri lewat keterangannya, Kamis (7/3/2024).

Selain itu, penyidik juga menemukan beberapa jumlah uang tunai yang mana ditaksir mencapai belasan miliar rupiah.

“Diperoleh pula uang di bentuk tunai rupiah lalu valas dengan besaran sekitar belasan miliar rupiah yang digunakan diduga ada kaitan segera dengan perkara ini,” kata Ali.

Sebagaimana diketahui, Hanan sudah ada menjalani pemeriksaan sebagai saksi untuk SYL pada Hari Jumat 1 Maret 2024.

Kepadanya, penyidik mencecarnya masalah proyek pekerjaan di tempat Kementerian Pertanian (Kementan).

“Penyidik mendalami pengetahuan saksi antara lain terkait komunikasi antara saksi dengan SYL lalu juga dikonfirmasi mengenai informasi dugaan adanya proyek pekerjaannya di dalam Kementan,” ujar Ali dikutipkan Suara.com, Awal Minggu (4/3/2024).

Lewat proses pemeriksaan Hanan turut membantu penyidik di mengungkap perkara pencucian uang SYL.

“Keterangan saksi memperjelas dugaan perbuatan dituduh SYL juga pasukan penyidik pada waktu ini masih terus melengkapi semua informasi terkait pembuktian dugaan TPPU-nya,” ujar Ali.

SYL, ditetapkan sebagai terperiksa bersatu Direktur Alat kemudian Mesin Pertanian Kementerian Pertanian (Kementan) Muhammad Hatta, lalu Sekjen Kementan Kasdi Subagyono.

Ketiganya diduga melakukan korupsi merupakan pemerasan pada jabatan bersama-sama menyalahgunakan kekuasaan dengan memaksa memberikan sesuatu untuk proses lelang jabatan, termasuk bergabung dan juga pada pengadaan barang serta jasa, disertai penerimaan gratifikasi.

SYL selaku menteri ketika itu, memerintahkan Hatta juga Kasdi menarik setoran senilai Dolar Amerika 4.000-10.000 atau dirupiahkan Simbol Rupiah 62,8 jt sampai Simbol Rupiah 157,1 jt (Rp 15.710 per dolar Negeri Paman Sam pada 11 Oktober 2023) setiap bulan dari pejabat unit eselon I kemudian eselon II pada Kementan.

Uang itu berasal dari dari realisasi anggaran Kementan yang digunakan di-mark up atau digelembungkan, juga setoran dari vendor yang mana mendapatkan proyek.

Kasus korupsi yang menjerat Syahrul terjadi pada rentang waktu 2020-2023. Dalam dakwaan Jaksa KPK ketika persidangan SYL disebut melakukan korupsi sebesar Simbol Rupiah 44,5 miliar.

Related Articles

Back to top button