Olahraga

Deontay Wilder Gagalkan Megaduel Rp2 Trilyun Gara-gara Psikedelik

Gragehotels.co.id – Deontay Wilder mengacaukan pertarungan dengan Anthony Joshua senilai £100 jt atau sekitar Rp2 triliun setelahnya mengonsumsi obat psikedelik. Akibat mengonsumsi obat psikedelik yang mana menekan naluri pembunuhnya memproduksi kariernya berantakan menurut pelatihnya.

Pengakuan sang Bomber Perunggu tentang pemakaian obat yang dimaksud menimbulkan banyak orang terheran-heran. Pertarungan yang tersebut ditunggu-tunggu oleh Deontay Wilder dengan Anthony Joshua gagal akibat ia menggunakan obat-obatan psikotropika.

Mantan juara dunia kelas berat WBC ini berada pada jalur yang digunakan tepat untuk melakukan pertarungan beruntun senilai jutaan poundsterling dengan AJ sebelum pertarungannya pada Riyadh melawan Joseph Parker bulan Desember lalu.
Namun, Bronze Bomber yang tersebut pemalu ini tampil buruk pada waktu menghadapi petinju Selandia Baru ini lalu tampaknya menggagalkan salah satu pertarungan terbesar di sejarah divisi kelas berat.

Dan instruktur kepala Malik Scott menyatakan bahwa ia telah dilakukan memberikan penampilan yang tersebut buruk, akibat beberapa dosis Ayahuasca pada beberapa tahun terakhir telah lama mengempiskan hasratnya untuk menghancurkan. Pelatih selama Amerika Serikat ini menyatakan untuk Instant Casino: “Saya rasa Deontay miliki naluri pembunuh di dirinya yang dimaksud bukan dapat Anda tekan, namun saya rasa ia menikmati Ayahuasca. Saya kira itu kemungkinan besar tiada sesuai dengan sikap yang mana dibutuhkan di tempat di ring.”

“Karena seperti yang mana ia katakan, itu membuatnya sedikit puas dan juga membuatnya miliki pemahaman akan hal-hal yang digunakan lebih tinggi kecil lalu lembut pada hidup. Dan apabila Anda berada pada ruang seperti itu, maka kekerasan bukanlah prioritas utama. Namun ketika Anda berada di dalam ring tinju, kekerasan harus menjadi prioritas utama. Kekerasan bukanlah prioritas utama waktu malam itu kemudian saya pikir itulah mengapa kami gagal.”

“Deontay adalah individu pembunuh, beliau kejam, ia ingin melubangi tubuhmu ketika ia meninjumu, bahwa Deontay tidaklah muncul di malam hari itu, ia tidak ada dapat menarik pelatuknya.”

Wilder secara terbuka berbicara tentang pemakaian Ayahuasca, obat psikoaktif yang digunakan populer pada Amerika Selatan.
Menjelang pertarungannya dalam Saudi melawan Parker, petinju berusia 38 tahun ini mengaku bahwa ia merasa “terlahir kembali” setelahnya mengonsumsi zat tersebut.

Wilder akan mencoba mengatasi kariernya ke jalur yang dimaksud benar pada musim panas ini di sebuah pertarungan sengit melawan petinju selama China, Zhang Zhilei. Dan Scott bersikeras bahwa petinju jika Alabama yang digunakan tampil melawan Parker tidaklah akan menjadi petinju yang digunakan akan bertarung dengan Zhang.

“Itu bukanlah petarung yang tersebut akan Anda lihat di pertarungan berikutnya. Ia telah lama mengambil inisiatif untuk memulai latihan lebih lanjut awal. Ia tahu bahwa punggung kami akan berhadapan dengan dinding lalu kami tahu apa yang mana harus kami lakukan. Semuanya dipertaruhkan, bukanlah warisannya, ia sudah ada menjadi legenda, namun terkait menjadi juara dua kali kelas berat, bagian dari warisannya dipertaruhkan pada waktu ini,”papar Scott.

Scott menambahkan: “Saya bukan kurang percaya pada dirinya, itu cuma waktu malam yang buruk di tempat kantor, saya telah dilakukan meninjau yang dimaksud terbaik dari merek mengalami malam-malam seperti itu. Zhang sangat berbahaya, namun saya sangat nyaman kemudian senang dengan pertarungan ini sebab Zhang yang besar adalah seseorang yang digunakan memproduksi Anda masih waspada.”

“Ia adalah pria bertubuh besar serta dapat memukul, namun kami tahu apa yang digunakan harus kami lakukan untuk mengoperasinya kemudian melakukan operasi pada dirinya, kemudian itulah yang digunakan akan kami lakukan.”

Related Articles

Back to top button