Nasional

Datang dari Malaysia, Penyeludupan Sabu Dalam Anus WNA Digagalkan Bea Cukai Batam

Gragehotels.co.id – Bea Cukai Batam, Kepulauan Riau, menggagalkan penyelundupan narkotika jenis sabu dengan berat kotor 1.399,26 gram. Sabu yang dimaksud dibawa oleh warga negara asing (WNA) yang dimaksud datang ke Batam menggunakan Kapal MV Dolphin 01 dari Stulang Laut, Malaysia.

Kepala Sektor Bimbingan Kepatuhan kemudian Layanan Berita Bea Cukai Batam, M. Rizki Baidilah, menyatakan narkotika jenis sabu yang dimaksud digagalkan penyeludupannya pada dua lokasi yang mana berbeda.

“Sinergi sama-sama dengan Kepolisian Daerah Kepulauan Riau berhasil membongkar upaya penyelundupan di tempat dua pelabuhan, yaitu pada Pelabuhan Ferry Internasional Batam Center serta Pelabuhan Domestik Sekupang,” ujar Rizki pada keterangan yang mana diterima pada Batam, Selasa (30/1/2024).

DiA mengumumkan kedua pelaku tersebut, yakni KFH dan juga AM pada hal ini bertindak sebagai kurir.

KFH merupakan WNA yang tersebut datang ke Batam menumpang Kapal MV Dolphin 01 dari Stulang Laut, Malaya pada hari Hari Senin (15/1).

Tim K-9 KPU BC Batam melakukan pemeriksaan terhadap penumpang kapal. Pada pelacakan yang dimaksud menunjukkan respon terhadap salah satu penumpang (KFH), sehingga dijalankan pemeriksaan tambahan lanjut.

“Setelah diadakan pemeriksaan di area badan termasuk dubur akhirnya terdakwa mengakui menghadirkan sabu dengan modus inserter (memasukkan barang di anus),” kata dia.
“Petugas menyebabkan terdakwa ke RS Awal Bros untuk diadakan rontgen dan juga dokter menyatakan terdapat corpus allineum (adanya benda asing di area di tubuh). Akhirnya dituduh dibawa ke KPU BC Batam untuk dilaksanakan pengeluaran barang dari pada anus,” katanya menambahkan.

Sementara AM merupakan WNI yang digunakan akan melakukan perjalanan menuju Karimun melalui Pelabuhan Domestik Sekupang pada hari Kamis (11/1).

Ia menjelaskan dari citra xray terlihat barang berbentuk kristal yang mana diduga sabu, namun pengakuan dari AM itu adalah tawas.

Rizki menjelaskan petugas melakukan pengecekan secara mendalam menggunakan alat narco test untuk memverifikasi barang tersebut, kemudian hasilnya positif sabu.

“Terhadap penumpang diadakan pemeriksaan badan untuk menjamin apakah di tempat badan penumpang ada terdapat barang yang diduga narkotika lainnya serta hasilnya nihil. Atas pelaku kemudian barang bukti dibawa ke KPU BC Batam untuk diproses tambahan lanjut,” ujar dia.

Selanjutnya, kata Rizki, dijalankan pemusnahan yang mana secara langsung dipimpin oleh Kapolda Kepulauan Riau Irjen Pol Yan Fitri Halimansyah bertempat di dalam halaman utama Kantor Kepolisian Daerah Kepulauan Riau dengan cara dibakar menggunakan mesin incenerator.

Upaya penyelundupan sabu yang dimaksud dapat dijerat dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika Pasal 114 ayat (2) dan/atau Pasal 112 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) dengan ancaman pidana mati/penjara seumur hidup, atau paling singkat 6 tahun lalu paling lama 20 tahun, dan juga pidana denda maksimum Rp10 miliar. (Antara)

(Sumber: Suara.com)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button