Lifefstyle

Cara Hitung Nafkah Hadhanah, Dituntut Ria Ricis ke Teuku Ryan Usai Cerai

Gragehotels.co.id – Ria Ricis menuntut nafkah hadhanah atau nafkah anak terhadap Teuku Ryan, yang dilampirkan di gugatan cerai. Memangnya gimana sih cara hitung nafkah anak dari suami setelahnya bercerai?

Adapun alasan Ria Ricis mengajukan tuntutan nafkah hadhanah disampaikan Humas PA Ibukota Selatan, Taslimah. Bahkan selama masa pernikahan suami istri yang dimaksud telah dikaruniai anak, yaitu Cut Raifa Aramoana sehingga tetap saja diwajibkan mengasuh sama-sama walau sudah pernah bercerai.

“Dalil selanjutnya juga penggugat minta ia ditunjuk jadi pengasuh anaknya. Dalam hidup mengasuh anak perlu biaya hidup, akhirnya beliau mengajukan nafkah hadhanah juga hak asuh anak,” kata Taslimah untuk awak media.

Potret Ria Ricis (Instagram/@riaricis1795)
Potret Ria Ricis (Instagram/@riaricis1795)

Biaya Hadhanah adalah biaya pemeliharaan juga nafkah untuk anak yang digunakan hak hadhanah (hak pemeliharaannya) telah terjadi ditetapkan terhadap salah satu dari orang tuanya atau keluarga lain yang tersebut menggantikannya.

Menurut penjelasan Hakim Pengadilan Agama Batulicin, Syafiul Anam yang digunakan dipublikasi pada situs Pengadilan Agama Purworejo pada 2022, disebutkan hal pertama yang dimaksud harus diperhatikan di menentukan nafkah anak adalah berhak tidaknya istri menerima nafkah anak. Istri berhak mengatur kemudian menerima nafkah anak dari suami ketika anak secara berada pada asuhan istri.

Hal ini sebagaimana ketentuan Pasal 86 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama yang tersebut sudah pernah diubah dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2006 serta inovasi kedua dengan Undang-Undang Nomor 50 Tahun 2009. 

Bahkan aturan ini diperjelas pada Surat Edaran Mahkamah Agung nomor 4 Tahun 2016. Dalam Kompilasi Hukum Islam pasal 105 huruf (c) juga dinyatakan bahwa “biaya pemeliharaan ditanggung oleh ayahnya”.

Terkait dengan besaran nafkah anak yang mana perlu ditetapkan, Hakim perlu mempertimbangkannya secara cermat dengan memperhatikan kriteria atau standar hidup layak, hal mana dapat dilihat dari upah minimum Kabupaten. 

Tapi poin nafkah anak yang perlu diperhatikan meliputi biaya makan, susu, sabun mandi, sampo, pakaian, suplemen, obat-obatan hingga popok. Tidak hanya saja itu nafkah anak ini juga disesuaikan perkembangan anak, seperti keperluan sekolah, sekolah hingga biaya hiburan.

Selanjurnya, ketika telah menemukan permintaan dasar orang anak maka hakim sanggup mempertimbangkan kemampuan suami untuk memenuhi permintaan anak. Jika suami dianggap kurang mampu lalu istri dianggap mampu maka beban nafkah anak dapat hanya dibagi terhadap ayah lalu ibu si anak, sebagaimana ketentuan UU Perkawinan.

Manfaat pemberian nafkah hadhanah 

Hikmah atau khasiat dari diwajibkannya manusia ayah untuk menafkahi anak adalah agar orang ayah dapat tetap memperlihatkan menjalin ikatan batin yang kuat dengan anaknya, sekalipun telah terjadi terjadi perceraian antara suami isteri yang dimaksud lalu anak diasuh oleh ibu anak tersebut. 

Dengan memenuhi nafkah anaknya, maka seseorang ayah akan terbiasa mengomunikasikan kemudian memantau perkembangan anaknya dan juga mempererat hubungan interpersonal antara ayah dengan anak. Dengan demikian, maka akan sangat mudah bagi pribadi ayah memantau perkembangan anaknya sekaligus memberikan arahan, motivasi, dan juga petunjuk hidup yang dimaksud berguna bagi anaknya kelak. 

Sehingga putusan suami wajib memberi nafkah anak tak semata-mata berkaitan dengan pemenuhan keperluan ekonomis belaka, menafkahi anak, lebih besar dari itu, merupakan representasi dari kesadaran akan tanggung jawab manusia ayah untuk memenuhi permintaan anak sembari mendidik serta mengajarkannya nilai-nilai kehidupan. Bagaimanapun ayah adalah madrasah hidup terbaik baik anak-anaknya.

(Sumber: Suara.com)

Related Articles

Back to top button