Nasional

BPIP Sambangi Kampus kemudian Petakan Kesulitan pemilihan 2024

Gragehotels.co.id – JAKARTA – Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) mengadakan diskusi di rangka Pengendalian Pembinaan Ideologi Pancasila di Pesta Demokrasi. Diskusi yang tersebut diadakan di area Fakultas Pengetahuan Sosial dan juga Keilmuan Politik (FISIP) Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, Jawa Tengah, Rabu (27/3/2024) yang dimaksud bertujuan memetakan hambatan Pemilihan Umum 2024 untuk selanjutnya menjadi material kajian serta aksi lanjut terdiri dari rekomendasi berdasarkan nilai-nilai Pancasila.

Deputi Sektor Pengendalian serta Evaluasi BPIP Adhianti mengungkapkan bahwa situasi pemilihan 2024 berbeda dengan pemilihan 2019 yang tersebut sempat mengakibatkan kegaduhan juga perpecahan hingga ada sebutan cebong lalu kampret. “Saya sangat bersyukur hal yang dimaksud tiada terjadi pada pada waktu ini,” ujar Adhianti pada sambutannya dalam acara diskusi yang mana disertai beratus-ratus peserta didik FISIP Undip tersebut.

Adhianti mengupayakan agar para siswa selalu berpikir kritis dengan menawarkan solusi cemerlang berhadapan dengan setiap permasalahan yang terjadi. Menurut dia, peran civitas akademika sangat penting di pengendalian pelaksanaan pesta demokrasi agar masih senapas dengan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar dari setiap aturan lalu tindakan.

“Kampus merupakan tempat yang tersebut bebas untuk berdiskusi, mengembangkan ilmu, dan juga mengasah pola pikir, terlebih lagi ini merupakan Fakultas Pengetahuan Sosial dan juga Pengetahuan Politik, hal-hal seperti inilah yang akan adik-adik hadapi, juga adik-adik selesaikan pada masa mendatang,” ungkapnya pada diskusi yang dimaksud dimoderatori Direktur Pengendalian BPIP Mukhammad Fahrurozi lalu berlangsung dialektis ini.

Dia pun berpesan agar kelak dapat menjadi pemimpin bangsa masa depan yang mengedepankan hati nurani di mengambil setiap kebijakan. “Tugas adik-adik bukanlah (hanya) untuk mengkritik, tugas adik-adik adalah belajar sebaik-baiknya. Tempati tempat tinggi yang ada dalam pemerintahan. Ubah kebijakan yang digunakan bukan sesuai dengan hati nurani,” pungkasnya.

Sementara itu, Dekan FISIP Undip Teguh Yuwono mengungkapkan bahwa Pancasila sejatinya harus hidup pada bernegara dan juga bernegara, termasuk di turnamen pemilu. “Inti dari Pancasila itu musyawarah, maka di tempat pada Pancasila ada kerakyatan. Menjadi pemimpin itu harus kerakyatan,” ucapannya pada kesempatan sama.

Teguh pun memberikan contoh sikap lalu sifat yang tersebut patut dijadikan teladan dari para pemimpin bangsa Indonesia terdahulu. “Pancasila digali dari praktik-praktik keberadaan bangsa, salah satunya Pangeran Diponegoro yang miliki karakter berani, jujur, adil, kemudian peduli,” tuturnya.

Ketua Badan Pengawas pemilihan raya (Bawaslu) Provinsi Jawa Tengah Muhammad Amin menjelaskan bahwa semangat persatuan dan juga kesatuan penduduk perlu dibangun kembali pascapemilu 2024. “Terkait pembelokan Pancasila, Bawaslu sudah ada punya acara post election berbentuk pemberdayaan publik untuk memulihkan lagi semangat persatuan kemudian kesatuan terdiri dari institusi belajar kebijakan pemerintah ke masyarakat. Kami turun, memberikan institusi belajar urusan politik terhadap masyarakat, memberikan civic education,” imbuhnya.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Tengah Handi Tri Ujiono menanggapi kesulitan yang mana terjadi pada Sistem Pengetahuan Rekapitulasi (Sirekap). Handi tak menampik masih terdapat kekeliruan di sistem tersebut.

Namun, menurut dia, sistem yang disebutkan sangat membantu pada penghitungan pengumuman bahkan pada menemukan kekeliruan-kekeliruan di penghitungan. “Kalau sekarang lihat di area Sirekap itu memang sebenarnya banyak sekali keliru. Ya biarkan cuma keliru. Bawaslu sejumlah sekali merekomendasikan perbaikan. Namun, kegunaannya juga sangat membantu juga transparan,” ungkapnya.

Handi mengaku pihaknya sudah menjalankan tugas juga fungsi sesuai dengan nilai-nilai Pancasila lalu UUD 1945, termasuk UU Pemilihan Umum beserta turunannya. “Yang namanya regulasi, rohnya adalah Pancasila, raganya UUD 1945. Termasuk UU Pemilu. Semua yang baik itu tak semua dimaknai dengan baik”, ucapnya.

Handi mengklaim bahwa Pemilihan Umum 2024 pada Provinsi Jawa Tengah lebih besar kondusif berbeda dengan pemilihan 2019. “Pendaftaran gugatan di area MK tahun ini turun dari sebelumnya. Terkait dengan hoaks di area lini massa bukan seperti di tempat 2019 yang digunakan sebegitu masifnya,” pungkasnya.

Related Articles

Back to top button