Nasional

Bicara Keseriusan Antikorupsi, TKN Sebut Hanya Prabowo-Gibran yang tersebut Belum Pernah Dipanggil KPK

Gragehotels.co.id – Wakil Komandan Alpha (Teritorial) Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Fritz Edward Siregar menyampaikan pasangan capres-cawapres nomor urut dua belum pernah dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pernyataan itu disampaikannya ketika hadir di peluncuran peluncuran skor corupption perception index (CPI) atau indeks persepsi korupsi (IPK) periode 2023 Transparency International Indonesia (TII) pada Hotel JW Marriott, Jakarta, Selasa (30/1/2024).

“Kalau bapak ibu bisa saja mengamati dari paslon dua, Prabowo-Gibran yang dimaksud sampai sekarang belum pernah dipanggil ke KPK, bahkan belum pernah dipanggil sebagai saksi juga belum,” kata Fritz.

Hal itu lantas disebutnya sebagai political will pasangan Prabowo-Gibran.

“Itu sebagai bagian daripada political will yang tersebut akan dilaksanakan, yang tersebut akan diturunkan oleh Prabowo-Gibran ke di program-program yang dimaksud akan dilakukan,” kata Fritz.

Terkait IPK Indonesia yang dimaksud hanya saja menyentuh skor 36 pada 2023, lalu sejenis dengan tahun 2022, disebutnya pasangan Prabowo-Gibran akan berupaya meningkatkannya jikalau nantinya terpilih, salah satunya menyokong penguatan KPK.

“Kami menggalang tentu sekadar penguatan dari KPK itu sendiri. Dan itu berulang disampaikan oleh Pak Prabowo,” ujarnya.

“Tapi kan kita juga harus dapat mengamati ada penghormatan terhadap lembaga peradilan, reformasi lembaga peradilan untuk lebih tinggi bersih lalu transparan. Proses percepatan pada proses penanganan-penanganan serta pemberian keadilan melalui putusan-putusan yang adil, sesuatu yang kita inginkan bersama,” katanya.

Sebelumnya, TII merilis hasil corupption perception index (CPI) atau indeks persepsi korupsi (IPK) periode 2023 secara global. Hasilnya indeks persepsi korupsi (IPK) Indonesia berada di area skor 34/100 serta menempati tempat ke 115 dari 180 negara.

Deputi Sekretaris Jenderal TII, Wawan Suyatmiko mengatakan skor yang dimaksud diperoleh yang dimaksud menunjukkan IPK Indonesia mengalami stagnan.

“CPI Indonesia tahun 2023 berada di dalam skor 34/100 serta berada pada peringkat 115 dari 180 negara yang mana disurvei. Angka ini 34/100 sejenis dengan skor CPI pada 2022,” kata Wawan di dalam Hotel JW Mariot, Jakarta, Selasa (30/1/2024).

Skor IPK yang dimaksud dinilai Wawan, menunjukkan respons terhadap praktik korupsi masih cenderung berjalan lambat. Disebutnya juga akan terus memburuk, lantaran minimnya dukungan nyata dari para pemangku kepentingan.

“Kecenderungan abai pada pemberantasan korupsi ini semakin nyata kemudian terkonfirmasi sejak pelemahan KPK, pembaharuan UU MK kemudian munculnya berbagai regulasi yang tersebut bukan memperhatikan nilai-nilai integritas, juga tutup mata terhadap berbagai praktik konflik kepentingan,” katanya.

(Sumber: Suara.com)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button