Nasional

Berada dalam Indonesia, Bareskrim Buru 1 dari 7 Anggota PPLN Kuala Lumpur Tersangka Rekayasa DPT

Gragehotels.co.id – Bareskrim Polri masih memburu satu dari tujuh Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Kuala Lumpur yang mana telah lama ditetapkan sebagai tersangka. Posisi ke-7 orang yang disebutkan terjerat perkara aktivitas pidana Pemilu.

Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Djuhandhani Rahardjo Puro mengumumkan satu terdakwa yang digunakan masih buron yang disebutkan berinisial MKM.

Para dituduh itu berinisial UF, PS, APR, AKH, TOCR, DS, serta MKM. Belakangan diketahui, MKM rupanya masih buron hingga pada waktu ini, namanya telah dimasukkan ke di daftar pencarian orang (DPO).

“MKM mantan anggota PPLN Kuala Lumpur, terperiksa DPO,” kata Djuhandani untuk wartawan, hari terakhir pekan (8/3/2024).

Berdasar hasil penyelidikan, kata Djuhandhani, dituduh MKM terdeteksi berada di area Indonesia. Kekinian pihaknya masih berupaya memburunya.

“Data perlintasan telah berada di dalam Indonesia. Sedang kita cari,” katanya.

Sementara enam dituduh yang sudah ada ditangkap masing-masing berinisial UF, PS, APR, AKH, TOCR, lalu DS. Keenam terdakwa rencananya akan dilimpahkan ke Kejaksaan Agung RI pada hari ini.

“DPO tak permasalahan sebab tetap memperlihatkan akan disidangkan tanpa penampilan terperiksa (in absentia),” jelasnya.

Berkas Lengkap

Sebelumnya Kejaksaan Agung RI menyatakan berkas perkara perbuatan pidana Pemilihan Umum yang dimaksud diadakan tujuh PPLN Kuala Lumpur, Negara Malaysia lengkap atau P21.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung RI Ketut Sumedana mengungkapkan berkas perkara yang dimaksud dinyatakan lengkap sejak Rabu (6/3/2024) kemarin.

“Rabu, 6 Maret 2024 regu Jaksa Peneliti pada Jaksa Agung Muda Lingkup Tindak Pidana Umum (Jampidum) telah dilakukan menyatakan lengkap secara formil lalu materiil berkas perkara terdakwa tujuh anggota PPLN Kuala Lumpur berinsial UF dkk,” kata Ketut terhadap wartawan, Kamis (7/3/2024).

Tim Jaksa Peneliti, kata Ketut, melakukan penelitian terhadap berkas perkara ini selama tiga hari sejak 4 Maret 2024. Penelitian dilaksanakan sembilan jaksa dipimpin Kasubdit Pra Penuntutan pada Direktorat Tindak Pidana Terhadap Ketenteraman Negara, Ketertiban Umum kemudian Tindak Pidana Umum Lainnya Syahrul Juaksha Subuki.

Kekinian, jaksa peneliti mengawaitu pelimpahan ketujuh terdakwa juga barang bukti dari penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim. Selanjutnya akan dijalankan penyusunan dakwaan sebelum dibawa ke persidangan.

Tambah lalu Palsukan DPT

Sebelumnya ketujuh anggota PPLN Kuala Lumpur ini ditetapkan sebagai terdakwa pada Rabu, 28 Februari 2024. Berdasar hasil penyidikan, para terdakwa diduga terlibat dengan sengaja menambah atau memalsukan jumlah agregat daftar pemilih tetap memperlihatkan atau DPT.

PPLN Kuala Lumpur menunjukan hasil rekapitulasi suara. [Antara]
PPLN Kuala Lumpur menunjukan hasil rekapitulasi suara. [Antara]

Ketujuh dituduh juga diduga terlibat lobi-lobi dengan partai urusan politik untuk mengatur jumlah agregat DPT.

“Daftar Pemilih Tetap serta Fakta Pemilih telah terjadi ditetapkan oleh PPLN Kuala Lumpur tersebut, dilaksanakan dengan cara tidak ada benar lalu tidak ada sesuai dengan ketentuan Peraturan Perundang-undangan, hanya sekali berdasarkan perhitungan prosentase dari kesepakatan lobi-lobi dengan perwakilan partai politik,” ungkap Djuhandhani terhadap wartawan, Kamis (29/2/2024) lalu.

Atas perbuatannya para terperiksa dijerat dengan Pasal 545 dan juga atau Pasal 544 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

Related Articles

Back to top button