Nasional

Beberkan Capaian Partai Perindo dalam Pemilihan Umum 2024, Sekjen: Pemerataan Kursi Lebih Banyak

Gragehotels.co.id – JAKARTA – Sekjen DPP Partai Perindo , Ahmad Rofiq menyebutkan banyak capaian partai di tempat pemilihan 2024. Salah satunya adalah meningkatnya kesetaraan kursi Partai Perindo pada Kabupaten/Kota.

Kursi partai yang dimaksud dikenal sebagai partai modern yang digunakan peduli rakyat kecil, gigih berjuang untuk penciptaan lapangan kerja juga Indonesia sejahtera itu naik dari 45 persen menjadi 60 persen.

“Pemerataan kursi sangat lebih besar banyak jika dibandingkan dengan dengan pemilih sebelumnya, kalau dulu hanya sekali bersifat 45 jadi 60 persen dari 514 jumlah agregat kabupaten kota,” kata Rofiq ketika ditemui di tempat Kantor DPP Partai Perindo, Ibukota Indonesia Pusat, Awal Minggu (18/3/2024).

Selain itu, pencapaian lainnya adalah meningkatnya total pimpinan area yang digunakan berasal dari partai berlambang Rajawali mengembangkan sayap juga bernomor urut 16 pada kertas pengumuman pemilihan raya 2024 itu.

“Pencapaiannya, kalau dulu di tempat Indonesia, Perindo hanya sekali mendapatkan satu pimpinan majelis sebagai Ketua DPRD. Sekarang ada dalam 4 kabupaten termasuk kota Madiun, Labuhan Batu Selatan, Sumut dan juga lain-lain,” ucapnya.

Pada kesempatan itu, beliau memohonkan untuk pemerintah untuk melakukan koreksi terhadap presidential threshold (PT) atau ambang batas pencalonan presiden. Hal ini menurutnya, agar pemilihan raya lebih banyak demokratis dengan memberikan ruang calon-calon pemimpin yang digunakan berkualitas.

“Sudah sewajarnya PT harus dikoreksi juga, jadi apabila capres itu 0 persen di threshold itu sangat demokratis serta memberikan ruang yang mana sangat lebar bagi para calon presiden juga bagi rakyat yang digunakan lebih banyak banyak memilih calon-calonnya. Tidak seperti sekarang rakyat dipaksa untuk memilih calon tertentu, itu merugikan,” ucapnya.

Selain itu, pria yang terlibat pada partai yang dipimpin oleh Ketua Umum DPP Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo itu memohonkan untuk DPR, untuk menimbulkan Undang-Undang (UU) secara terpisah antara pelaksanaan Pileg serta Pilpres.

“Jika itu terjadi di area 2029, maka tingkat kebrutalan pilpres juga akan terulang kembali lantaran parpol itu juga akan menggunakan segala macam cara agar capres nya terpilih. Jika tiada maka beliau bukan punya harapan turut dan juga pada kekuasaan dalam periode lima tahun yang mana akan datang,” tutupnya.

Related Articles

Back to top button