Otomotif

Balap Formula E Ungguli F1 untuk SChI

Gragehotels.co.id – Sebagaimana disitir dari situs resmi Federation Internationale de l’Automobile atau FIA, Sustainable Championships Index™ (SChI™) bertujuan menilai dan juga memberi peringkat pada kinerja keberlanjutan perlombaan motorsport seperti ABB FIA Formula E, FIA Formula One (F1), lalu MotoGP.

SChI adalah satu-satunya indeks kinerja global yang dimaksud mengukur juga melaporkan praktik keberlanjutan di olah raga motor roda dua dan juga empat berdasarkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB dan juga kerangka ESG (Environmental, Social and Governance).

Ada pun penilaiannya meliputi langkah mengevaluasi kompetisi pada enam dimensi utama: keberlanjutan, termasuk sertifikasi, kriteria lingkungan, kriteria sosial, keterlibatan juga kemitraan, juga pendekatan keberlanjutan.

Kawasan Pantai Carnaval Ancol yang menjadi tempat penonton bersantai sebelum serta pasca menonton balap Formula E hingga konser musik. Beberapa hari sebelumnya, kru Formula E lalu sukarelawan membersihkan lokasi ini dari sampah plastik. Tampak banner driver Sergio Sette Camara (NIO 333 Racing) yang bisa saja digunakan untuk selfie. Penyelenggara memajang seluruh driver kontestan Formula E yang digunakan berlaga dalam JIEC di tempat berbagai titik menarik [Suara.com/CNR ukirsari].
Kawasan Pantai Carnaval Ancol yang dimaksud menjadi tempat penonton bersantai sebelum dan juga pasca menonton balap Formula E  Jakarta. Beberapa hari sebelumnya, kru Formula E juga sukarelawan membersihkan lokasi ini dari sampah plastik.  Selain menggunakan kendaraan Electric Vehicle (EV) balap ini sarat instruksi kelestarian lingkungan [Suara.com/CNR ukirsari].

Dikutip dari rilis resmi Hankook Tire sebagaimana diterima Suara.com, ABB FIA Formula E World kembali meraih peringkat pertama pada SChI untuk ketiga kalinya berturut-turut. Prestasi ini mengungguli balap single seater F1 yang dimaksud berada di dalam peringkat kedua.

Ada pun nilai plus atau nilai tambah yang tersebut menyebabkan balap Formula E menang adalah pengaplikasian 30 persen unsur berkelanjutan atau sustainability yang dimaksud digunakan sebagai materi pembuatan ban Hankook iON Race dan daur ulang setiap set ban setelahnya balapan.

Di samping itu, Hankook juga berperan penting pada konsep keberlanjutan Formula E.

Dalam balapan Formula E seri pembuka 2024 serta mulainya season ke-10, yaitu Hankook Mexico City E-Prix, total penonton di area Wilayah Amerika mencapai 3,4 juta.

Lantas di dalam Britania Raya terjadi peningkatan sebesar 29 persen. TNT Sports, yang pertama kali menyiarkan Formula E pada Inggris, mengumumkan kesuksesan ini. Selain itu, media sosial kemudian situs web Formula E juga mengalami peningkatan popularitas lebih tinggi dari 205 persen.

Akan halnya Diriyah E-Prix di Arab Saudi yang mementaskan balapn Formula E di format double header atau dua seri pada dua hari berturut-turut, juga berhasil menyedot para pencinta balap single seater versi Electric Vehicle atau EV ini. Sementara bagi Hankook Tire, menjadi sebuah pembuktian tersendiri akan ganasnya trek di dalam gurun yang tersebut berhasil diatasi.

Nico Müller (Swiss/Abt Cupra Formula E Team) mengungkapkan betapa garangnya trek, yang dimaksud membuktikan Hankook iON Race Tire sungguh mumpuni.

“Lintasan dalam Diriyah adalah tantangan nyata bagi ban. Aspalnya sangat kasar dan juga selalu tertutup pasir juga debu. Hal itu menciptakan permukaannya sangat licin. Namun, ban Hankook iON Race tetap memperlihatkan memiliki cengkeraman yang cukup. Selain itu, ban sangat konsisten, sehingga mudah bagi kami para atlet sepeda untuk memprediksi bagaimana ban akan melaju,” ungkap Nico Müller.

Monumen lautan botol plastik juga ikan yang dimaksud menelan sampah plastik, dipajang dekat Ibukota International E-Prix Circuit (JIEC) Pantai Carnaval, Ancol, DKI Jakarta Utara  [Suara.com/CNR ukirsari].
Monumen lautan botol plastik juga ikan yang digunakan menelan sampah plastik, dipajang dekat DKI Jakarta International E-Prix Circuit (JIEC) Pantai Carnaval, Ancol, Ibukota Indonesia Utara untuk ajakan mencintai lingkungan [Suara.com/CNR ukirsari].

Sedangkan driver Maximilian Guenther (Jerman/Maserati MSG Racing) yang tersebut naik podium tahun silam di balap Formula E di tempat Ibukota Indonesia menyatakan masalah konsistensi Hankook iON Race Tire.

“Ban ini sangat konsisten dan juga memberi saya kepercayaan ekstra dalam lintasan. Cengkeraman yang digunakan diberikan bukan terpengaruh oleh pasir kemudian permukaan yang dimaksud halus, sehingga saya sangat puas dengan performanya secara keseluruhan,” pungkasnya.

(Sumber: Suara.com)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button