Bisnis

Antam Menangkan Gugatan PKPU yang dimaksud Dilayangkan Crazy Rich Budi Said

Gragehotels.co.id – Pengadilan Niaga (PN) Ibukota Pusat meraih kemenangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) berhadapan dengan Permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran utang (PKPU) yang tersebut dilayangkan oleh Budi Said.

Kuasa Hukum Antam, Fernandes Raja Saor mengungkapkan bahwa di penetapan tersebut, terdapat dua pertimbangan yang mana menarik mengenai sifat dari klaim yang tersebut diajukan oleh Budi Said tersebut.

“Yang pertama adalah Majelis Hakim memberikan pertimbangan bahwa klaim dari Pemohon PKPU bukan dapat dibuktikan secara mudah sebab berkaitan erat dengan suatu perkara pidana yang sedang berjalan. Hal ini dikarenakan berarti Majelis Hakim sudah pernah meneliti serta mempertimbangkan fakta-fakta lalu bukti-bukti yang mana sudah kami komunikasikan pada persidangan,” ujar Fernandes, ditulis Hari Jumat (9/2/2024).

Lebih lanjut Ia mengungkap bila, Majelis Hakim juga menegaskan status hukum Antam sebagai BUMN, sehingga perlu dilaksanakan pertimbangan lebih besar lanjut sesuai ketentuan Pasal 223 jo Pasal 2 ayat (5) UU

KPKPU. Pasal 223 jo Pasal 2 ayat (5) UU KPKPU sendiri merupakan peraturan yang mana menyatakan bahwa pihak yang tersebut miliki hak untuk mengajukan PKPU terhadap BUMN hanyalah Menteri Keuangan.

“Terima kasih kami ucapkan untuk Majelis Hakim Perkara menghadapi pertimbangan yang digunakan mencerminkan nilai-nilai hukum juga keadilan. Penetapan ini akan menjadi suatu preseden hukum yang digunakan baik di lingkungan hukum komersial serta korporasi BUMN,” tambahnya.

Selain itu, lanjut Fenandes, penetapan pencabutan permohonan PKPU juga menunjukkan juga merefleksikan bahwa keadaan keuangan dari Antam sangatlah sehat lalu stabil, sebagaimana dapat dilihat dari rasio likuiditas 1.71x, Debt to Equity Ratio 0,44x serta Debt to EBITDA Ratio 2x per Q3 2023.

Dengan adanya kepastian bahwa manajemen Antam dapat melakukan operasional pekerjaan secara independen tanpa adanya turut campur dari pihak lain.

“Kami yakin perkembangan keuangan Antam akan semakin membaik dengan keuntungan yang meningkat. Pencabutan Permohonan PKPU terhadap Antam ini juga berarti notasi khusus “M” pada bursa efek akan dihapus, sesuai dengan ketentuan yang dimaksud terdapat pada Surat Edaran BEI nomor SE-00023/BEI/12-2021 tanggal 30 Desember 2021. Notasi ini akan dihapus dari bursa kemungkinan besar pada minggu depan,” tambahnya.

Menurut Fernandes, dicabutnya permohonan PKPU terhadap Antam ini juga sebaiknya dijadikan sebagai peluang untuk memverifikasi penegakan hukum mengenai putusan yang mana diajukan terhadap Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atau anak perusahaan BUMN yang mana semakin sejumlah terjadi. Tidak jarang permohonan PKPU yang digunakan diajukan terhadap BUMN yang disebutkan berdasarkan pada klaim utang yang tersebut bermasalah, atau bahkan bukan berdasar.

“Oleh lantaran itu, kami berharap untuk seluruh kreditor-kreditor dari BUMN lain, agar menagihkan piutangnya dengan tetap saja pada koridor juga peraturan perundang-undangan yang dimaksud berlaku, baik secara formil maupun materiil. Perhatian khusus ini kami ungkapkan terhadap funder-funder lain dari Eksi Anggraeni yang tersebut menyatakan bahwa Antam miliki utang akibat adanya skema “harga diskon”, kami berharap agar penyelesaian kesulitan yang disebutkan bukan diselesaikan melalui upaya hukum PKPU dan/atau kepailitan,” tambahnya.

Dalam kesempatan ini, Ia juga menegaskan bahwa penetapan yang disebutkan tak ada kaitannya dengan kegiatan kebijakan pemerintah yang dimaksud sedang berjalan ketika ini, termasuk namun tidaklah terbatas pada Pemilihan Umum 2024.

“Sehingga kami mohon agar penetapan pencabutan Permohonan PKPU Antam tidaklah dikaitkan dengan kegiatan kebijakan pemerintah apapun kemudian Antam menghormati kebijakan yang mana diambil oleh Mahkamah Agung tersebut,” jelas Fernandes.

Adapun, untuk penetapan sendiri, pihaknya masih mengawaitu salinan resmi dari pengadilan lantaran pada masa kini penetapan masih pada tahap minutasi.

“Begitu kami mendapatkan salinan resmi, akan kami bagikan terhadap pihak yang membutuhkan,” tutup Fernandes.

Related Articles

Back to top button