Teknologi

Ancaman Baru! Hapus 12 Aplikasi komputer Chat Sangat Berbahaya Ini adalah dari HP Android

Gragehotels.co.id – User Android harus waspada dengan aplikasi mobile yang dengan mudah terinstal dalam perangkat. Pakar keamanan pada ESET sudah menemukan setidaknya 12 aplikasi mobile Android berbahaya, yang tersebut sebagian besar menyamar sebagai aplikasi mobile chatting.

Oleh oleh sebab itu itu, jikalau pengguna memiliki salah satu program chat ini dalam ponsel Android, segera untuk menghapusnya dikarenakan aplikasi mobile yang dimaksud menyumbangkan Trojan di dalam ponsel juga mencuri data pribadi, seperti log panggilan serta pesan, mendapatkan kendali kamera dari jarak jauh, serta bahkan konsentrat detail obrolan dari jaringan terenkripsi seperti WhatsApp.

Dilansir dari Digital Trends, berikut ini program yang dimaksud dimaksud:

  1. YohooTalk
  2. TikTalk
  3. Privee Talk
  4. MeetMe
  5. Nidus
  6. GlowChat
  7. Let’s Chat
  8. Quick Chat
  9. Rafaqat
  10. Chit Chat
  11. Hello Chat
  12. Wave Chat

Jika pengguna menginstal salah satu aplikasi mobile ini di tempat perangkat, segera hapus aplikasi mobile tersebut.

Ilustrasi serangan malware (Pexels.com)
Ilustrasi serangan malware (Pexels.com)

Terlebih, enam dari program ini tersedia dalam Google Play Store, sehingga meningkatkan risiko ketika pengguna menaruh kepercayaan pada protokol keamanan yang dimaksud diterapkan oleh Google. Trojan akses jarak terpencil (RAT) bernama Vajra Spy berada di tempat pusat aktivitas spionase aplikasi mobile ini.

Namun, ini tidak pertama kalinya Vajra Spy memunculkan kekhawatiran. Pada 2022, Broadcom juga mendaftarkannya sebagai varian Remote Access Trojan (RAT) yang digunakan memanfaatkan Google Cloud Storage untuk menghimpun data yang mana dicuri dari pengguna Android.

Malware ini telah dilakukan dikaitkan dengan kelompok ancaman APT-Q-43, yang digunakan diketahui memiliki target anggota militer Pakistan secara khusus.

Tujuan nyata VajraSpy adalah mengoleksi informasi dari perangkat yang tersebut terinfeksi juga mengoleksi data pengguna, seperti arahan teks, percakapan WhatsApp lalu Signal, riwayat panggilan, dan juga lain-lain.

Aplikasi-aplikasi ini, yang digunakan sebagian besar menyamar sebagai program obrolan, menggunakan serangan rekayasa sosial yang digunakan bernuansa romantis untuk memikat targetnya.

Dalam tindakan hukum penyebaran VajraSpy terbaru, aplikasi mobile dapat mengekstrak detail kontak, pesan, daftar aplikasi mobile yang diinstal, log panggilan, kemudian file lokal pada format berbeda seperti .pdf, .doc, .jpeg, juga .mp3.

Selain menyadap instruksi dalam sistem seperti WhatsApp, aplikasi mobile berbahaya ini juga dapat mengamati notifikasi, merekam panggilan telepon, mencatat penekanan tombol, mengambil gambar dengan kamera tanpa sepengetahuan korban, dan juga mengambil alih mikrofon untuk merekam audio.

Related Articles

Back to top button