Bisnis

Alam Ganjar Singgung Akses Modal UMKM pada waktu Sambangi Kampung Raja Praingu

Gragehotels.co.id – Putra Capres nomor urut tiga, Muhammad Zinedine Alam Ganjar tiba dalam kabupaten Sumba Timur. Alam datang kemudian ditemani sama-sama sebagian pemuda Sumba mengunjungi salah satu desa wisata khas setempat, Kampung Raja Praingu. Dalam kunjungannya Alam berkesempatan untuk memperoleh informasi terkait adat istiadat kemudian budaya setempat.

“Datang disambut dengan begitu hangat serta secara langsung dipakaikan pakaian adat dengan motif Patoloratu, sampai di tempat depan rumah segera disambut dengan tarian adat lalu jubirnya kita masuk ke di rumah adat, ini pengalaman yang dimaksud luar biasa,” kata Alam ditulis hari terakhir pekan (9/2/2024).

Alam disambut dengan upacara adat Haramah kemudian upacara yang dimaksud biasa dijalankan sebagai bentuk menghargai tamu yang mana datang di area desa tersebut. Dirinya kemudian secara langsung disuguhkan dengan kesenian Kabokang lalu tarian Kendingang juga dengan segera diajak masuk ke rumah adat setempat.

Dirinya mengungkapkan kesan lalu pengalamannya sat hendak datang ke Sumba. Alam merasa kagum dengan budaya Sumba juga menurutnya ini satu momen yang dimaksud dirinya tunggu-tunggu.

“Sumba panas sekali tapi begitu pertama kali kita menampakan kaki duduk meninjau sebuah kebudayaan harus dijaga bagaimana lintas generasi turut berpartisipasi berpartisipasi pada berkarya di dalam berbaga lini,” jelas Alam.

Dalam kesempatan itu Alam berinteraksi dengan rakyat dan juga berbicara banyak terkait dengan kondisi rakyat setempat. Ada banyak isu yang digunakan di area bicarakan, salah satunya yakni persoalan kemungkinan lapangan usaha dan juga pendidikan.

Lanjutnya, UMKM masih menjadi penopang utama perekonomian melalui pengrajin kecil jual hasil keseniannya. Namun, merekan terkendala akses, yakni faktor permodalan untuk mengembangkan wirausahanya kemudian pemasaran yang dimaksud masih terbatas.

“Bicara mengenai UMKM tidak ada sangat dari akses permodalan serta pendampingan terkait wirausaha. Selain itu, pemasaran juga kemudian sangat diperlukan oleh penduduk yang sejauh ini batasan inovasinya itu masih terbatas,” ucap Alam.

Oleh oleh sebab itu itu, harus adanya penampungan eksternal hasil produksi di dalam galeri, sehingga bagaimana hal yang disebutkan menjadi upaya pada melebarkan pemasaran melalui upaya tersebut.

Dalam konsolidasinya, banyak warga mengaku bahwa hasil yang tersebut didapatkan dari menenun belaka mampu untuk memenuhi keinginan hidup lalu membiaya hidup anak hingga SMA. Padahal, kata Alam, keinginan mereka itu untuk melanjutkan lembaga pendidikan ke jenjang yang dimaksud tambahan tinggi cukup besar.

“Sejauh ini sanggup memenuhi keinginan hidup menyokong makan dan juga sekolah tapi jumlahnya terbatas juga kalau sekolah pum nggak sampai perguruan tinggi dikarenakan faktor ekonomi, padahal keinginan merekan untuk melanjutkan jenjang kuliah itu ada,” jelas Alam.

Dengan demikian, lanjut Alam, bagaimana ke depan negara hadir dan juga memfasilitasi terkait dengan lembaga pendidikan tinggi selaras dengan kegiatan Ganjar Pranowo yakni satu keluarga miskin satu sarjana.

Di akhir kunjungannya Alam terlihat mendatangi sebuah galeri ikat tenun yang dimaksud memasarkan souvenir dan juga kerajinan khas Sumba. Dirinya terlihat membeli beberapa orang souvenir tersebut.

“Harganya lumayan mahal tapi itu memang sebenarnya ada alasan, kompleksitasnya yang digunakan tinggi sampai 8 bulan kemudian punya cerita. Jadi memang sebenarnya kita perlu hargai dari situ hal yang digunakan harus kita jaga juga bangga betul sekali dengan hormat kebudayaan masih sangat kuat,” ungkap Alam.

Sebagai informasi, tenun ikat Sumba sendiri memliki filosofi yang digunakan menggambarkan relasi antara manusia dan juga alam yang termanifestasi dari kuatnya hubungan yang disebutkan pada simbol dan juga motif yang dimaksud terbentuk.

Makna simbolis dari kain tenun Sumba, menegaskan bahwa nilai kemanusiaan seperti kerjasama, musyawarah, tolong menolong adalah orientasi nilai bagi orang Sumba yang dimaksud menjunjung tinggi kemanusiaan.

Related Articles

Back to top button