Nasional

Aktivis Lingkungan Dukung Kejagung Usut Korupsi Timah

Gragehotels.co.id – JAKARTA – Aktivis lingkungan menggalang Kejaksaan Agung (Kejagung) mengusut perkara dugaan korupsi tata kelola timah di area wilayah IUP PT Timah Tbk 2015-2022. Pasalnya, korupsi di tempat sektor Sumber Daya Alam (SDA), salah satunya pertambangan, berdampak pada kerugian negara yang mana fantastis.

Hal yang dimaksud tercermin di perkara dugaan korupsi tata kelola timah dalam wilayah IUP PT Timah Tbk 2015-2022 yang mana diusut Kejagung. Berdasarkan hasil penghitungan Guru Besar Fakultas Kehutanan IPB Bambang Hero Saharjo, kerugian perekonomian negara di persoalan hukum korupsi timah dari aspek lingkungan lebih banyak dari Rp271 triliun.

Nilai yang disebutkan merujuk temuan di dalam lapangan dan juga citra satelit dan juga mengacu Peraturan Menteri Lingkungan Hidup (Permen LH) Nomor 7 Tahun 2014. “Ya, benar,” kata Senior Forest Campaigner Climate Litigation Team Leader Greenpeace Southeast Asia, Asep Komarudin, Mulai Pekan (1/4/2024).

Kejagung telah dilakukan menetapkan 16 terdakwa perkara korupsi timah. Tiga di dalam antaranya merupakan bekas petinggi PT Timah, sedangkan sisanya dari pihak swasta. Asep menilai, sangat terbuka adanya keterlibatan pihak lain di persoalan hukum tersebut. “Bisa jadi,” jelasnya.

Sekalipun telah terjadi mengetahui kerugian perekonomian negara, Kejagung masih terus melakukan kalkulasi. Utamanya menyangkut kerugian keuangan negara.


“Terkait dengan perhitungan kerugian keuangan negara, kami masih di proses penghitungan. Formulasinya masih kami rumuskan dengan baik lalu BPKP (Badan Pengawasan Keuangan kemudian Pembangunan) maupun dengan para ahli,” kata Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Lingkup Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung Kuntadi, pada Rabu, 27 Maret 2024.

Karenanya, Kejagung baru akan merilis jumlah keseluruhan pasti kerugian negara ketika BPKP sudah ada selesai melakukan audit. “Hasilnya seperti apa, yang mana jelas kalau dari sisi pendekatan ahli lingkungan beberapa pada waktu yang lalu telah kami sampaikan. Selebihnya, masih pada proses untuk perumusan formulasi penghitungannya,” katanya.

Related Articles

Back to top button